Insiden Jamarat Mina
Hanya Satimin yang Belum Kembali
Jumat, 13 Jan 2006 02:34 WIB
Mina - Dari 10 jamaah haji kloter 40 JKS-asal Lampung yang diberitakan belum kembali ke perkemahan di Mina ternyata 9 jamaah di antaranya sudah diketahui keberadaannya. Sebagian sudah kembali ke perkemahan, sebagian berada di Masjidil Haram. Hanya satu jamaah haji yang belum diketahui keberadaannya, Satimin. Informasi ini disampaikan Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) Kloter 40 JKS yang juga Dandim Tanggamus Letkol Sudirman saat ditemui di perkemahannya di Maktab 13, Mina, Kamis (12/1/2006) sekitar pukul 21.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Saat itu, Sudirman baru saja menerima telepon dari Ketua DPRD Tanggamus Al Hajar yang mengabarkan bahwa mereka membawa sejumlah anggota jamaah haji kloter 40 JKS. Sebelumnya diberitakan, ada 10 orang yang dikabarkan hilang. Seorang bidan bernama Darmawati, dua orang yang dikabarkan dilarikan ke RS, yaitu M Entoy dan Ny Salkah binti Sariman, serta tujuh jamaah lainnya yang hilang. Namun, setelah ditelusuri, Sudirman memastikan bahwa semua jamaah haji kloter 40-JKS yang ikut melompar jumrah saat terjadi insiden jamarat sudah diketahui keberadaannya. Entoy yang sebelumnya dilarikan ke RS sudah berada di perkemahan sejak sore hari. Dia memang sempat dilarikan ke RS di kawasan Mina, namun sejatinya dirinya sehat walafiat. Sementara Ny Salkah sudah diperbolehkan pulang pada pukul 20.00 WAS. Namun, hingga pukul 21.30 WAS, Salkah belum kembali ke perkemahan. Tapi, komunikasi Salkah dengan ketua kloter sudah dilakukan. Sedangkan Al Hajar beserta sejumlah jamaah lainnya lainnya yang belum kembali ternyata sudah berada di Masjidil Haram untuk melakukan tawaf ifadah dan sai. Saat menelepon Sudirman, Al Hajar mengaku membawa sejumlah jamaah yang dikabarkan hilang itu. Namun, Al Hajar mengaku tidak membawa Satimin. Karena itu, hingga pukul 21.30 WAS, keberadaan Satimin belum diketahui secara pasti. Asmuni, salah seorang jamaah haji kloter 40 JKS, saat ditemui di perkemahannya, mengaku saat insiden terjadi, dirinya sempat memegang tangan Satimin. Tapi, karena tangan kanannya dipegang istrinya, akhirnya pegangan tangan dengan Satimin terlepas. Satimin pun hilang. "Setelah terlepas, saya lihat Pak Satimin terinjak-injak dan jatuh. Setelah itu, Satimin menghilang," kata Asmuni yang menjadi tetangga Satimin di Tanggamus, Lampung itu. Asmuni berharap Satimin bisa segera ditemukan. Hingga saat ini, Tim Sanitasi dan Surveilans (Sansur) Satgas Mina masih melakukan penelusuran ratusan jenazah di RS Attawari Muaisim. Bisa dipastikan saat ini ada satu jenazah yang merupakan jamaah haji Indonesia. Namun, hingga saat ini jenazah itu belum bisa didentifikasi secara lengkap.
(asy/)











































