Round-Up

PDIP vs 8 Fraksi Soal Ahok Buka Borok Pertamina

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 05:34 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Rifkianto Nugroho/detikcom).

PKB

Ketua Komisi VI dari Fraksi PKB, Faisol Riza, menilai Ahok hanya mengeluarkan keluh kesah. Namun ia berharap agar Ahok menyampaikan pikirannya tentang Pertamina secara lebih jelas agar informasi yang disampaikan secara terbatas tidak menimbulkan kesalahpahaman ataupun fitnah.

"Saya justru ingin mendorong Pak Ahok menyampaikan lebih jelas pikiran-pikirannya untuk memperbaiki Pertamina. Kalau sepotong-sepotong nanti hanya jadi pergunjingan yang tidak sehat, menimbulkan salah paham dan fitnah. Pokoknya semua demi perbaikan Pertamina ke depan," ujar Faisol, Rabu (16/9/2020).

Selain itu, ia mendorong Ahok tidak hanya menyampaikan keluhan soal Pertamina ke publik. Ia mendorong Ahok ikut menyampaikan solusi terkait permasalahan yang ada di lingkup internal.

"Sebaiknya Pak Ahok menyampaikan lagi ke publik upaya-upaya perbaikan Pertamina secara lebih komprehensif," tutur Faisol.

PPP

PPP menjadi fraksi yang mengusulkan agar Ahok mundur dari posisi Komut bila tidak bisa mengawasi Pertamina. Anggota Komisi VI dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi meminta Ahok ikut terlibat membenahi permasalahan internal perusahaan pelat merah itu.

"Nah itu dia. Sebagai Komut harusnya Pak Ahok bisa ikut terlibat membenahi Pertamina dari dalam," kata Baidowi kepada wartawan pada Rabu (16/9/2020).

Lebih lanjut, Baidowi menilai masalah internal Pertamina tidak perlu menjadi kegaduhan di publik. Ia pun menyarankan Ahok mundur apabila tidak mampu melakukan pengawasan dan audit di Pertamina.

"Lebih baik persoalan diselesaikan tanpa kegaduhan dibanding membuat kegaduhan tapi persoalan tidak diselesaikan. Kalau tidak mampu melakukan pengawasan dan audit sebaiknya mundur. Soal copot mencopot biarlah menteri BUMN yang mengevaluasi," ujar Baidowi.

Wasekjen PPP ini juga menyoroti cara Ahok mengeluarkan kritikan terhadap pertamina. Menurutnya, masalah internal tidak perlu diumbar ke publik melalui media sosial sosial.

"Jika ada yang tidak beres, tidak sesuai ya luruskan dan koreksi melalui mekanisme yg berlaku di internal korporasi. Bukan diumbar ke publik melalui media sosial," ujar Baidowi.

Menurut Baidowi mengumbar masalah internal korporasi justru akan membuat publik mempertanyakan kinerja Ahok. Sebab, Ahok seharusnya ikut membenahi permasalahan internal di Pertamina.

"Hal itu sama halnya dengan menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. Maknanya, bahwa Ahok mengumbar kesalahan atau kekurangan pertamina ke publik, itu akan membuat publik bertanya? Ini kan harusnya Pak Ahok yang ikut membenahi kenapa diumbar ke publik, apakah karena tidak mampu membenahi sehingga seolah-olah butuh dukungan publik," terang Baidowi.

Halaman

(elz/knv)