Satgas COVID-19 Babel: Seorang Direksi PT Timah Positif COVID-19

Deni Wahyono - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 23:19 WIB
ubir Satgas COVID-19 Babel, Andi Budi Prayitno
Jubir Satgas COVID-19 Babel, Andi Budi Prayitno (Deni Wahyono/detikcom)
Bangka Belitung -

Seorang Direksi PT Timah Tbk dikabarkan terpapar virus Corona (COVID-19). Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Provinsi Bangka Belitung (Babel) membenarkan kabar tersebut.

"Benar, bahwa memang betul ada salah seorang direksi PT Timah yang positif COVID-19, inisial AP," kata jubir Satgas COVID-19 Babel, Andi Budi Prayitno, saat dimintai keterangan detikcom, Rabu (16/9/2020).

Andi mengatakan direksi tersebut termasuk orang tanpa gejala (OTG). Saat ini, menurut Andi, pasien itu sudah tengah isolasi mandiri di Safe House PT Timah Tbk.

Saat ditanya apakah akan melaksanakan swab test massal terhadap semua karyawan BUMN yang bergerak di bidang pertambangan itu, Andi menyebut pihaknya masih menunggu rilis resmi dari pihak perusahaan.

"Belum tau, kita masih menunggu rilis resmi dari PT Timah," sebut Andi.

Selain ada penambangan kasus positif dari salah satu Direksi PT Timah Tbk, hari ini juga ada penambahan kasus positif Corona di Bangka Belitung. Total 11 orang, 10 pasien dari Pangkalpinang dan satu pasien dari Kabupaten Bangka Tengah.

Menurut Andi, empat dari 11 pasien merupakan satu keluarga. Mereka adalah SH (42) perempuan, NAM (17) perempuan, MS (6) perempuan, dan MRJ (2) laki-laki.

"Mereka terpapar virus Corona setelah kontak erat dengan pasien positif COVID-19 inisial MRR yang saat ini masih menjalani isolasi di BKPSDMD Babel. MRR merupakan suami dari SH," kata jubir COVID-19 Babel yang akrab disapa ABP.

SH sendiri merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Dinsos Provinsi Bangka Belitung. SH dan 3 anaknya dinyatakan positif terpapar virus Corona setelah hasil swab PCR pada 15 September 2020 keluar.

Sedangkan 7 pasien lainnya berinisial AM (49), HA (39), AA (51), BF (38), MDP (3), RD (38) asal Pangkalpinang, dan AS (25) warga Bangka Tengah diisolasi dan menjalani penanganan di BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

(eva/eva)