Insiden Jamarat, Belum Ada Jamaah RI yang Jadi Korban
Kamis, 12 Jan 2006 21:47 WIB
Mina - Sedikitnya 20 orang dikabarkan meninggal dunia. Puluhan orang juga luka-luka. Mereka diangkut oleh sejumlah ambulans dan truk menuju RS Mina. Hingga pukul 17.00 WAS (pukul 21.00 WIB), belum ditemukan jamaah haji RI yang menjadi korban.Dari Mina wartawan detikcom, Arifin Asydhad melpaorkan, panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia Satgas Mina telah memasang Tim Sanitasi dan Surveilans (Sansur) di semua RS yang ada di kawasan Mina, termasuk di Mina General Hospital. Semua tim hingga saat ini bergerak mencari informasi."Sekarang sedang ditelusuri oleh Tim sansur. Hingga saat ini belum ditemukan korban," kata Kepala Sansur Satgas Mina, Tri Hernowo SKM, Kamis (12/1/2006) pukul 17.00 WAS (pukul 21.00 WIB).Hingga saat ini belum diketahui secara resmi berapa sebenarnya jumlah korban meninggal dunia atau luka. Namun, sebagian besar korban adalah jamaah haji berkulit hitam dan masih mengenakan pakaian ihram.Kepala Infokom Satuan Operasi Arafah-Mina (Armina) Fatwa Suratnoko saat dikonfirmasi juga menyatakan hingga saat ini tim sedang menelusuri semua RS di Mina untuk mengecek apakah ada jamaah haji RI yang menjadi korban. "Jadi, belum ada informasi tentang jamaah kita," kata Fatwa.Dengan indikasi ini, maka kemungkinan besar tidak ada jamaah haji asal Indonesia yang menjadi korban. Sebab, semua jamaah haji Indonesia sudah menanggalkan pakaian ihramnya sejak melempar jumrah aqabah dan tahalul dilakukan pada Senin (10/1/2006).Sementara itu, Satgas Mina PPIH Indonesia sudah meminta para jamaah haji Indonesia untuk tidak melempar jumrah di saat jamarat sedang crowded. Informasi detik per detik di kawasan jamarat selalu disampaikan Satgas Mina PPIH. Namun, sebagian jamaah haji Indonesia tidak mengindahkannya.
(ary/)











































