Pengamatan Gunung Api Indonesia Genap Berlangsung 100 Tahun

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 19:21 WIB
Gunung berapi
Foto: Dok. Kementerian ESDM
Jakarta -

Peringatan Pengamatan Gunung Api Indonesia genap 100 tahun. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan keberadaan petugas pengamatan gunung api (PGA) akan sangat terasa saat gunung yang mereka pantau menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat. Informasi terkini dan akurat dari mereka dapat meminimalisir jatuhnya banyak korban baik jiwa maupun harta.

"(Oleh karenanya) memberikan rasa aman adalah kewajiban kita, sesuai dengan amanat yang terkandung didalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Negara berkewajiban melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2020).

"Sehingga sudah selayaknya negara harus memberikan rasa aman, dan bersama masyarakat berperan aktif dalam penanggulangan bencana," imbuhnya dalam acara Peringatan 100 Tahun Pengamatan Gunung Api di Indonesia.

Arifin menuturkan Kementerian ESDM saat ini juga berperan aktif dalam pengurangan risiko bencana sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya.

"Pembuatan peta-peta kebencanaan geologi, seperti peta kawasan rawan bencana gunung api, gempa bumi, tsunami dan gerakan tanah disertai rekomendasi teknis, serta mensosialisasikan ke masyarakat di kawasan rawan bencana," terangnya.

Senada dengan Arifin, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono mengatakan misi yang diemban Kementerian ESDM dalam meminimalkan korban jiwa manusia dan kerugian harta benda dari bencana geologi dilakukan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Salah satu upayanya adalah dengan melakukan pemantauan gunung api yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan pemantauan gunung api di Indonesia tersebut sudah memasuki usia 100 tahun, suatu jangka waktu yang cukup lama untuk pengembangan suatu sistem pemantauan gunung api.

"Sesuai dengan Visi dan Misi yang ada, PVMBG bertekad menjadi institusi yang utama dan terpercaya di bidang mitigasi bencana letusan gunung api, gerakan tanah, gempabumi dan tsunami untuk menyelamatkan jiwa dan harta benda serta memberikan rasa aman kepada masyarakat," jelas Eko.

Saat ini, kata Eko, institusi pemantauan gunung api akan terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem pemantauan serta daya dukung sarana prasarananya yang mengacu pada standar pemantauan gunung api dunia.

"Berita kejadian bencana geologi di seluruh wilayah Indonesia sudah dapat diperoleh masyarakat melalui media-media elektronik yang tersebar banyak dan sangat mudah diakses berbagai kalangan, baik itu berita kejadian erupsi gunung api, gempa bumi-tsunami dan gerakan tanah," pungkasnya.

(prf/ega)