Bertambah, Ada 100.236 Kasus Suspek Corona Dipantau Per 16 September

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 15:42 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Pemerintah memperbarui perkembangan penanganan virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Pada hari ini, lebih dari 100 ribu suspek Corona dipantau oleh pemerintah.

Berdasarkan data di situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (16/9/2020), pemerintah memantau 100.236 suspek Corona hari ini. Pada Selasa (15/9), jumlah suspek yang dipantau sebanyak 99.634 orang. Data suspek tersebut diperbarui oleh pemerintah setiap hari pukul 12.00 WIB.

Hari ini, penambahan sebanyak 3.963 total sehingga kasus Corona di RI hari ini berjumlah 228.993.

Pasien sembuh hari ini mengalami penambahan 3.036, sehingga totalnya menjadi 164.101. Sementara pasien yang meninggal per hari ini bertambah 135 orang, sehingga kasus pasien yang meninggal akibat COVID-19 di Indonesia hingga saat ini berjumlah 9.100.

Pengertian Suspek

Istilah 'suspek' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek Corona:

a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.
c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

(aik/knv)