Tersebar di 13 Kecamatan, Ini Sebaran 213 Kasus Corona di Kota Tangerang

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 14:41 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Tangerang -

Terdapat 213 kasus Corona (COVID-19) di Kota Tangerang, Banten. Kasus itu tersebar di 13 kecamatan.

Dilansir dari website covid19.tangerangkota.go.id, ada dua kecamatan yang memiliki kasus Corona tertinggi di Kota Tangerang, yakni Kecamatan Periuk dan Kecamatan Cibodas. Kedua wilayah itu sama-sama memiliki kasus Corona sebanyak 30.

Di posisi kedua, ada dua kecamatan lagi yang memiliki 22 kasus Corona, yaitu Kecamatan Jatiuwung dan Kecamatan Tangerang. Kemudian ada Kecamatan Karawaci dan Kecamatan Karang Tengah dengan 20 kasus.

Secara keseluruhan, ada 1.122 kasus Corona di Kota Tangerang semenjak Corona merebak di Indonesia. Sebanyak 853 pasien sembuh dan 56 orang meninggal dunia.

Berikut ini sebaran kasus Corona di Kota Tangerang per 16 September:


Kecamatan Benda = 8 kasus
Kecamatan Periuk = 30 kasus
Kecamatan Cibodas = 30 kasus
Kecamatan Jatiuwung = 22 kasus
Kecamatan Batuceper = 11 kasus
Kecamatan Karang Tengah = 20 kasus
Kecamatan Neglasari = 10 kasus
Kecamatan Ciledug = 5 kasus
Kecamatan Larangan = 16 kasus
Kecamatan Tangerang = 22 kasus
Kecamatan Cipondoh = 11 kasus
Kecamatan Pinang = 8 kasus
Kecamatan Karawaci = 20 kasus

Total kasus = 213

Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)Foto: Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)
Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)Foto: Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)
Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)Foto: Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)
Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)Foto: Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)
Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)Foto: Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)
Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)Foto: Sebaran kasus Corona di Kota Tangerang (Tangkapan layar)

Simak video 'Pentingnya Protokol VDJ untuk Mengurangi Risiko Penularan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/hri)