Ketua DKM Tewas Dibacok Perkara Kotak Amal, DMI Bicara Manajemen Masjid

Isal Mawardi, Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 08:14 WIB
Sekjen DMI Imam Addaruqutni. (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Sekjen DMI Imam Addaruqutni. (Dwi Andayani/detikcom)
Palembang -

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Iman di Sumatera Selatan Muhammad Arif (61) dibacok oleh pengurus masjid sendiri gegara kunci kotak amal. Dewan Masjid Indonesia bicara mengenai manajemen masjid.

DMI menuturkan ada 3 manajemen masjid yang perlu diperhatikan, yakni manajemen keuangan, manajemen program masjid, dan manajemen keamanan.

"Manajemen keuangan, bagaimana manajemen itu yang umumnya diperoleh dari infak jemaah itu dikelola dengan baik oleh masing-masing masjid sesuai dengan kebutuhan atau peruntukannya," ujar Sekjen DMI Imam Addaruqutni ketika dihubungi detikcom, Selasa (15/9/2020).

Lalu, setiap masjid harus punya manajemen program, dari program pembangunan hingga acara peringatan. Kemudian atas kasus pembacokan ini, Imam meminta masjid-masjid di Indonesia memperhatikan manajemen keamanan. Masjid, kata Imam, berhak menggeledah setiap orang yang masuk ke masjid.

"Ada hak geledah oleh Masjid itu terhadap siapa pun yang masuk ke masjid. Misalnya tasnya dilihat isinya, kayak orang mau masuk istana. Karena masjid ini selain fasilitas umum juga fasilitas bersama," tuturnya.

Imam juga menjelaskan mengenai pengaturan sistem kotak amal. "Sebenarnya kotak amal ini sepenuhnya menurut manajemen masjid masing-masing. Jadi tidak ada ketentuan yang memberikan satu otoritas begitu," ujarnya.

Menurut Imam, si pemegang kunci dapat diputuskan secara musyawarah oleh para pengurus masjid. Sifatnya tidak mutlak.

"Jadi itu disepakati oleh pengurus itu saja dan yang megang kunci itu tidak juga bersifat mutlak karena itu milik bersama jadi kunci kotak itu umumnya adalah milik bersama," kata Imam.

Imam meminta polisi mengusut tuntas aksi pembacokan ini. Terutama mengenai alasan pelaku menghabisi nyawa korban yang disebut-sebut gegara kunci kotak amal.

Seperti diketahui, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Arif, dibacok pengurus masjid saat salat Magrib pada Jumat (11/9). Meyudin membacok Arif sebanyak dua kali menggunakan pedang panjang bergagang plastik. Korban mengalami luka bacok di bagian leher atas kiri.

Korban dibawa ke RSUD Kayuagung kemudian dirujuk ke RSUP Moh Husein, Palembang, untuk mendapatkan perawatan namun akhirnya meninggal dunia. Sedangkan pelaku diamankan di Polsek Kayu Agung.

Polisi telah mengamankan pelaku pembacokan tersebut. Aksi nekat itu dilakukan pelaku murni karena sakit hati.

"Murni tersinggung karena tidak ada juga penjelasan dari korban minta kunci kotak amal diserahkan ke bendahara. Jadi saat salat Magrib, pada rakaat pertama pelaku melihat korban, dia pulang langsung ambil parang dan korban dibacok," kata Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI), AKBP Alamsyah Palupesy, kepada detikcom, Selasa (15/9)

(isa/maa)