Round-Up

Teka-teki Motif Penyerang Syekh Ali Jaber

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 08:03 WIB
Pendakwah Syekh Ali Jaber mengalami luka tusuk saat sedang berceramah di Lampung pada Minggu (13/9). Namun Syekh Ali menyebut apa yang dialaminya merupakan sebuah ujian. Di satu sisi, Sang Syekh berharap polisi mengusut tuntas kasusnya seraya berdoa pelaku diampuni Allah SWT.
Syekh Ali Jaber (Ferdian Zikran/detikcom)

Mahfud juga sudah menginstruksikan beberapa aparat untuk menyelidiki kasus penusukan Syekh Ali Jaber. Mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kepolisian, hingga Densus 88.

"Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh aparat baik aparat keamanan maupun intelijen, bahkan saya sudah minta BNPT kemudian densus bahkan bersama kepolisian Kaba Intelkam juga sudah minta agar menyelidiki kasus ini dengan sebaik-baiknya dan setransparan mungkin," ujarnya.

Selain Mahfud, Komisi III DPR RI meragukan kebenaran AA mengalami gangguan jiwa. Komisi III DPR meminta pihak kepolisian terbuka terkait motif penusukan tersangka terhadap Syekh Ali Jaber.

"Saya mendorong kepolisian untuk meneliti secara baik orang yang menusuk syekh Ali Jaber. Termasuk jika ada dugaan kemungkinan ada yang menyuruh yang bersangkutan menusuk supaya bisa di cari sampai akar-akarnya," kata anggota Komisi III DPR, Supriansa.

Supriansa juga meminta adanya pemeriksaan mendalam terkait kejiwaan pelaku, jangan asal percaya pengakuan. Ia menyarankan polisi juga melakukan penyelidikan terkait kejiwaan itu kepada para tetangga pelaku.

"Soal kejiwaan saya kira ada pemeriksaan bisa dilakukan secara mendetail. Psikiater bisa meminta agar yang bersangkutan atau keluarga menceritakan gejala dan riwayat gangguan mental yang diidap serinci. Polisi juga bisa menanyakan kepada tetangga si penusuk apa betul yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa," ujarnya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid meminta polisi transparan dalam mengungkap kasus tersebut. Hal tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan spekulasi negatif.

"Kami desak agar polisi transparan mengungkap siapa pelaku dan motifnya, jangan terburu menyimpulkan. Buka kasus ini seterang-terangnya agar tidak muncul spekulasi negatif," kata Jazilul.

Halaman

(maa/maa)