Komisi X DPR Desak Rektorat Unesa Sanksi Senior yang Ospek Bentak Maba

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 07:50 WIB
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda.
Foto: Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. (Azizah-detikcom)
Surabaya -

Komisi X DPR angkat bicara mengenai viralnya ospek mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang dibentak-bentak oleh seniornya. Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda meminta agar panitia ospek Unesa untuk mengedepankan pengenalan prodi ketimbang bentak-bentak.

"Kita minta pihak rektorat untuk mengevaluasi dan mengklarifikasi di publik dan memberikan punishment kepada oknum yang melakukan kekerasan verbal yang semacam itu," ujar Huda ketika dihubungi detikcom, Selasa (15/9/2020).

Menurutnya, ospek model dengan kekerasan verbal wajib ditiadakan. "Kalau yang sifatnya kekerasan verbal begitu saya kira wajib ditiadakan model semacam itu," kata Huda.

Huda menyesalkan model ospek 'bentak-bentak' yang terjadi di Unesa. Ia menyebut ospek seperti itu tidak boleh terjadi di seluruh kampus di Indonesia.

"Kita ingin seluruh kampus mengevaluasi model penerimaan ospek mahasiswa ini. Kita berharap dievaluasi secara menyeluruh terutama pada konteks dan pelaksanaannya di lapangan," lanjut Huda.

Ia meminta panitia untuk tidak mendeskripsikan ospek sebagai narasi senior-junior. Huda tak menginginkan ospek menjadi media untuk mempertontonkan salah satu pihak punya otoritas dan dapat mengatur serta menghakimi yang lemah.

"Yang jelas model ospek semacam itu sudah tidak relevan lagi terlebih-lebih sekarang yang jadi mahasiswa baru itu adalah anak-anak generasi milenial yang karakternya sangat independen melihat persoalan," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, video tentang ospek mahasiswa baru di Unesa secara daring viral di media sosial twitter. Video itu memperlihatkan mahasiswi baru (maba) dibentak-bentak oleh senior mereka karena tidak memakai ikat pinggang (sabuk).

Video berdurasi 30 detik tentang ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Unesa tahun 2020 itu diunggah oleh akun twitter @skipberat.

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyayangkan adanya viral mahasiswa senior membentak-bentak mahasiswa baru secara daring saat ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Kejadian itu akan dievaluasi.

"Kami menyayangkan kejadian tersebut, namun juga mengakui adanya kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB pada salah satu fakultas di Unesa," kata Rektor Unesa Nurhasan dalam keteranan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (15/9/2020).

Sementara langkah penanganan sendiri, kata Nurhasan, saat ini pihaknya bersama pimpinan kemahasiswaan dari fakultas telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Serta seluruh masalah yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

"Unesa mendukung pelaksanaan PKKMB guna menambah wawasan terkait dunia kampus untuk mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dalam menyukseskan pembelajaran di lingkup pendidikan tinggi tanpa adanya aksi kekerasan dalam bentuk apapun. Sehingga, diharapkan dapat tercipta lingkungan institusi pendidikan yang kondusif dan aman demi terciptanya lulusan berkualitas," jelasnya.

(isa/aud)