Round-Up

Wanti-wanti PT KCI ke Anker Pemakai Masker Buff-Scuba

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 07:30 WIB
Antrean panjang calon penumpang KRL terlihat di Stasiun Tanah Abang saat jam pulang kantor. Antrean itu terjadi imbas ditutupnya pintu masuk stasiun jalur JPM.
Ilustrasi / pengguna KRL / Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ada imbauan baru untuk anak kereta alias anker dari PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI). Para pengguna KRL diimbau menghindari pemakaian masker scuba atau masker buff. Satgas COVID-19 hingga para pengguna KRL pun merespons.

Awalnya, akun media sosial PT KCI, seperti Instagram, melakukan sosialisasi menghindari penggunaan masker scuba dan buff. Dalam penjelasan PT KCI, masker scuba atau buff hanya 5% efektif mencegah risiko terpapar virus.

"Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5% efektif dalam mencegah risiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri," tulis Instagram @commuterline.

Berikut pernyataan PT KCI, Satgas COVID-19, hingga respons pengguna KRL:

Bentuk Sosialisasi PT KCI

PT KCI sedang melakukan sosialisasi kepada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba. Sosialisasi agar menghindari penggunaan masker scuba dan buff di KRL ini karena penyebaran droplet masih mungkin terjadi. Anne menyarankan pengguna KRL memakai masker kain berlapis dan masker kesehatan.

"Kita di medsos baru sosialisasi efektivitas masker saja dan di stasiun kita lakukan sosialisasi itu saja," kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020).

"Masker kain 2-3 lapis dan masker kesehatan mengurangi penyebaran droplet yang masih mungkin terjadi," ucap Anne.

Anne menegaskan saat ini belum ada larangan resmi penggunaan masker scuba dan buff di KRL. "Kita masih sosialisasi," ucap Anne.

Jenis masker scuba dan masker buff mulai dilarang dikenakan penumpang KRL karena dianggap tak efektif. Pedagang masker pun mengaku penjualan masker scuba mulai merosot turun.Masker scuba / Foto: Defara Millenia Romadhona

Satgas COVID-19 Sebut Masker Scuba-Buff Tak Efektif

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan masyarakat yang sehat memang tetap dibolehkan memakai masker kain. Masker yang disarankan adalah masker kain berbahan katun dengan 3 lapisan. Wiku menuturkan masker scuba atau buff tidak disarankan karena hanya satu lapis.

"Masker scuba dan buff adalah masker satu lapis dan terlalu tipis. Kemungkinan untuk tembus dan tidak bisa menyaring lebih besar," kata Wiku dalam jumpa pers yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9/2020).

Selain itu, dia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang menurunkan masker ke dagu. Menurut Wiku, masker scuba lebih mudah untuk ditarik ke bawah.

"Masker scuba sering mudah ditarik ke bawah, di dagu sehingga fungsi masker jadi tidak ada. Gunakan masker degan cara yang tepat untuk bisa melindungi, menutup area batang hidung, hidung, sampai dengan mulut dan dagu serta rapat di pipi," papar Wiku.

Selanjutnya
Halaman
1 2