Polisi Akan Periksa Tes Kejiwaan Pembacok Ketua DKM Nurul Iman di Sumsel

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 06:47 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Foto: Ari Saputra
Palembang -

Polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan Meyudin (58), pengurus Masjid Nurul Iman, yang membacok Ketua DKM Nurul Iman, Muhammad Arif (61). Polisi menyebut saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan.

"Kalau untuk kejiwaan kan ahli, kita kan tahap penyelidikan, setelah itu ada pemeriksaan kejiwaan," ujar Kapolsek Kayuagung AKP Tarmidzi saat dihubungi detikcom, Selasa (15/9/2020).

Tarmidzi menuturkan dari hasil pemeriksaan terkini, motif pembacokan yang membuat Muhammad Arif tewas masih soal kunci kotak amal. Tarmidzi meluruskan pelaku adalah pengurus masjid di bagian perlengkapan, bukan sebagai bendahara.

"Cuma dia itu nggak terima kunci (kotak amal) itu kenapa kok dikembaliin ke bendahara. Dia tersinggung ngelihat kunci kotak amal diminta dan diserahkan ke bendahara," ucap Tarmidzi.

Pelaku tersinggung kunci kotak amal diminta korban darinya lantaran pelaku sudah lama dipercaya memegang kunci kotak amal.

"Karena selama ini dia udah lama disitu (jadi pemegang kunci kotak amal), sama-sama pengurus udah lama, tiba-tiba disuruh mintain kuncinya dan diserahkan ke bendahara, itu saja," imbuhnya.

Tarmidzi sendiri mengaku belum mengetahui pasti alasan korban meminta kunci kotak amal dari pelaku.

Seperti diketahui, Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Arif, dibacok saat salat Magrib pada Jumat (11/9). Meyudin membacok Arif sebanyak dua kali menggunakan pedang panjang bergagang plastik. Korban mengalami luka bacok di bagian leher atas kiri.

Korban dibawa ke RSUD Kayuagung kemudian dirujuk ke RSUP Moh Husein, Palembang, untuk mendapatkan perawatan namun akhirnya meninggal dunia. Sedangkan pelaku diamankan di Polsek Kayu Agung.

Polisi telah mengamankan pelaku pembacokan tersebut. Aksi nekat itu dilakukan pelaku murni karena sakit hati.

"Murni tersinggung karena tidak ada juga penjelasan dari korban minta kunci kotak amal diserahkan ke bendahara. Jadi saat salat Magrib, pada rakaat pertama pelaku melihat korban, dia pulang langsung ambil parang dan korban dibacok," kata Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI), AKBP Alamsyah Palupesy, kepada detikcom, Selasa (15/9).

(isa/aud)