Kisah Sahabat Nabi

Kisah Umar bin Khattab, Tetap Sholat Meski Luka Parah Kena 6 Tusukan Pisau

Tim Hikmah detikcom - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 05:05 WIB
Infografis Fakta sang Penaluk
Kisah Umar bin Khattab, Tetap Sholat Meski Luka Parah Kena 6 Tusukan Pisau ( Foto: Mindra P/detikcom)
Jakarta -

Ada 6 luka tusukan pisau di tubuh Umar bin Khattab pagi itu, 26 Djulhijjah tahun 23 Hijriah atau tahun 644 dalam sistem kalender Masehi. Tiga di bagian punggung, tiga lagi di perut. Adalah Abu Luklukah, seorang pemuda Persia bekas tawanan perang yang menusuk sang Khalifah saat tengah menjadi Imam Sholat Subuh di Masjid Nabawi, Madinah pagi itu.

Umar pun minta salah satu sahabat, Abdul Rahman bin Auf untuk menjadi imam sholat shubuh menggantikan dirinya. Sementara Umar terbaring bersimbah darah.

Abdul Rahman bin Auf sengaja memperpendek bacaan surat dalam sholat subuh agar bisa segera memberi pertolongan kepada Umar. Maka setelah selesai sholat, Abdul Rahman bin Auf, Ibnu Abbas, dan Umar bin Maimun serta sejumlah sahabat mendatangi Umar bin Khattab untuk memberi pertolongan.

Namun, justru Umar lebih dulu yang menyapa para sahabat tersebut. "Apakah engkau telah selesai sholat," tanya Umar kepada Abdurrahman bin Auf dan para sahabat seperti dikutip Tim Hikmah detikcom dari buku, 'The Khalifah: Abu Bakar- Umar-Utsman- Ali', karya Abdul Latip Thalib.

Kepada Umar bin Khattab, Abdul Rahman bin Auf mengatakan bahwa sholat subuh sudah selesai dilaksanakan. Mendengar jawaban tersebut, Umar menyatakan keinginannya untuk juga menunaikan sholat subuh yang belum dia kerjakan.

"Wahai Amirul Mukminin, engkau sedang mengalami luka parah," kata Abdul Rahman bin Auf.

Umar tetap pada keinginannya, yakni mengerjakan sholat subuh meski dalam keadaan terluka parah dengan 6 tusukan pisau. Menurut Umar, bagi seorang muslim laki-laki tidak ada halangan untuk mengerjakan sholat. Bahkan bagi yang meninggalkan sholat dengan sengaja, bukan termasuk umat Islam.

"Tidak ada halangan bagi laki-laki untuk mendirikan sholat. Sesungguhnya tidak Islam mereka yang meninggalkan sholat," begitu kata Umar bin Khattab.

Maka sang Amirul Mukminin itu pun meminta kepada para sahabat agar membalut lukanya dengan kain agar darah berhenti mengucur. Setelah itu dengan dipapah para sahabat, Umar mengambil air wudhu dan mengerjakan sholat subuh.

Selesai sholat subuh, Umar diantar ke rumahnya. Sejumlah sahabat memanggilkan tabib untuk mengobati Umar. Namun luka pria yang dijuluki Singa Padang Pasir itu sudah terlanjur parah. Beberapa kali tabib berusaha memberikan minum juz kurma untuk mengobati luka Umar.

Namun air minum itu justru keluar lagi dari luka Umar. Dan Pada hari Ahad, 27 Djulhijjah tahun ke 23 Hijriah, Umar menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sebelum wafat dia mengutus putranya untuk menemui Aisyah istri Rasulullah SAW.

Umar meminta izin agar bisa dimakamkan di samping makam Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash Shiddiq. Aisyah mengizinkan Umar bin Khattab dimakamkan di samping makam Rasulullah SAW dan sahabatnya.

(erd/erd)