Satgas COVID-19: Masker Scuba-Buff Terlalu Tipis, Mudah Ditarik ke Dagu

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 16:56 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito / Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

PT KCI sedang melakukan sosialisasi kepada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba. Masker jenis ini juga tidak disarankan oleh Satgas Penanganan COVID-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan masyarakat yang sehat memang tetap dibolehkan memakai masker kain. Masker bedah lebih diperuntukkan untuk masyarakat yang sakit atau bergejala.

"Masker kain yang bagus adalah yang berbahan cotton dan berlapis 3 karena kemampuan memfiltrasi partikel virus akan lebih baik dengan jumlah lapisan lebih banyak," kata Wiku dalam jumpa pers yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9/2020).

Wiku menuturkan masker scuba atau buff tidak disarankan karena hanya satu lapis. Efektivitasnya untuk menghalau virus Corona jadi berkurang.

"Masker scuba dan buff adalah masker satu lapis dan terlalu tipis. Kemungkinan untuk tembus dan tidak bisa menyaring lebih besar," ujarnya.

Selain itu, dia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang menurunkan masker ke dagu. Menurut Wiku, masker scuba lebih mudah untuk ditarik ke bawah.

"Masker scuba sering mudah ditarik ke bawah, di dagu sehingga fungsi masker jadi tidak ada. Gunakan masker degan cara yang tepat untuk bisa melindungi, menutup area batang hidung, hidung, sampai dengan mulut dan dagu serta rapat di pipi," papar Wiku.

Sebelumnya diberitakan, akun media sosial PT KCI, seperti Instagram, melakukan sosialisasi menghindari penggunaan masker scuba dan buff. Dalam penjelasan PT KCI, masker scuba atau buff hanya 5% efektif mencegah risiko terpapar virus.

"Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5% efektif dalam mencegah risiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri," tulis Instagram @commuterline.

VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, mengatakan hal ini baru sebatas sosialisasi. Sosialisasi agar menghindari penggunaan masker scuba dan buff di KRL ini karena penyebaran droplet masih mungkin terjadi. Anne menyarankan pengguna KRL memakai masker kain berlapis dan masker kesehatan.

"Masker kain 2-3 lapis dan masker kesehatan mengurangi penyebaran droplet yang masih mungkin terjadi," ucap Anne.

Tonton video 'Anies: Denda Pelanggar Protokol Covid-19 Akan Diintensifkan':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/idn)