Nurul Tewas Tertimbun Tebing Longsor di Wonogiri

Nurul Tewas Tertimbun Tebing Longsor di Wonogiri

- detikNews
Kamis, 12 Jan 2006 15:56 WIB
Wonogiri - Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Itulah nasib yang dialami Nurul Alfia, bocah 6,5 tahun di Wonogiri. Sejak bayi ditinggal bapaknya tanpa alasan jelas, sekarang harus mengakhiri hidup tertimbun longsoran tebing di dekat rumah tetangganya. Karena kaget, pemilik rumah ikut meninggal.Nurul, demikian bocah perempuan lincah dan penggembira ini biasa dipanggil, tewas seketika karena tertimbun longsoran tebing di sebelah rumah Hartono, tetangga dekatnnya di Dusun Banasan RT 02 RW XII, Bero, Manyaran, Wonogiri. Kepalanya bagian belakang luka parah terhantam batu yang ikut longsor.Peristiwa itu terjadi Rabu (11/1/2006)petang kemarin. Warga sekitar menuturkan, sejak siang hingga sore daerah tersebut diguyur hujan lebat dan baru reda menjelang petang. Ketika hujan reda Nurul diajak ibunya, Sritanti, membeli minyak goreng di warung sederhana milik Ny Sagiyem Hartono yang hanya bersebelahan.Setelah membeli minyak, iseng-iseng Sri dengan menggandeng Nurul melihat longsoran tanah dari tebing setinggi sekitar tiga meter di belakang rumah Sagiyem. Namun ketika pulang, kembali terjadi longsor susulan. Mungkin sifat ingin tahu seorang bocah menyebabkan Nurul kembali berlari ke arah longsoran.Sri berusaha mengejar anaknya, namun terlambat. Nurul terhantam beberapa batu cadas seukuran kepala orang dewasa, tepat di bagian belakang kepala. Mukanya juga terluka parah karena setelah terjatuh muka Nurul menghantam sebuah batu besar di dasar tebing. Pergelangan tangan kirinya juga patah.Sri yang juga tertimbun sebatas lututnya, berteriak sejadi-jadinya membuat Ny Sagiyem yang sudah berusia 75 tahun berusaha membantu. Namun usaha kedua perempuan ini untuk mencari Nurul yang tertimbun sia-sia belaka. Nurul telah tewas saat diketemukan warga yang menggali timbunan sekitar pukul 16.30 WIB, satu jam setelah kejadian.Nurul saat ini telah menginjak kelas I di SDN III Bero, yang berada tidak jauh dari rumahnya. Nurul tinggal bersama serta kakek dan neneknya. Ayahnya, Sunardi, meninggalkannya tanpa alasan jelas saat Nurul berusia satu bulan. Hingga kini ayahnya yang juga warga kampung tersebut, tidak pernah memberi kabar.KagetJika Nurul meninggal seketika karena longsoran, tidak demikian dengan Ny Sagiyem. Setelah berusaha menolong, dia yang kaget akibat kejadian itu langsung pingsan. Oleh warga tadi malam dia dibawa ke RSUD Wonogiri, namun tadi pagi pukul 07.00 WIB, jiwanya tidak tertolong.Jenazah Nurul tersebut dimakamkan Kamis pukul 11.00 WIB tadi di pemakaman umum dusun Banasan. Sedangkan jenazah Ny Sagiyem hingga saat ini belum dimakamkan karena masih menunggu kedatangan keenam anaknya yang masih di perjalanan dari Jakarta."Pak Hartono dan Bu Sagiyem hanya tinggal berdua di rumah ini. Keenam anaknya semua merantau ke Jakarta. Kami masih menunggu kedatangan mereka, karena kami dipesan jenazah tidak dikuburkan terlebih dahulu sebelum mereka datang," ungkap Yatin, kemenakan almarhumah, kepada detikcom di rumah duka,Kamis (12/1/2006) siang. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads