Doa untuk Orangtua yang Sudah Meninggal, Ini Lafal dan Artinya

Lusiana Mustinda - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 20:05 WIB
Ramadan Kareem,The Muslim boy prays in the mosque, the little boy prays to God,Peace and love in the holy month of Ramadan,lifestyle concept
Doa untuk kedua orangtua. Foto: iStock
Jakarta -

Menurut Syamsuddin Noor, S.Ag dalam buku 'Dahsyatnya Doa Para Nabi', mendoakan kedua orangtua adalah salah satu ciri dari anak berbakti. Doa untuk kedua orangtua juga merupakan doa yang diterima di sisi Allah SWT yang pahalanya akan senantiasa mengalir.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, jika orangtua yang sudah meninggal masih ada cara berbakti yang harus dilakukan seorang anak yaitu mendoakan kedua orangtua atas keselamatan dan pengampunan, memenuhi janji, membayar hutang-hutang mereka dan menjalin silaturrahmi dengan kerabat dan sahabatnya. (HR. Abu Dawud (no. 5142)).

Doa kepada orangtua juga menjadi kebaktian yang perlu dilakukan meskipun orangtua kita sudah meninggal. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda bahwa jika seorang anak adam meninggal dunia maka putuslah sekalian amalnya, kecuali tiga perkara yang salah satunya adalah doa anak sholeh. Doa seorang anak akan terus mengalirkan kebaikan dan manfaat dan balasan kebaikan bagi kedua orangtua meskipun amalan-amalan lainnya telah terputus.

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631).

Berikut ini doa untuk orangtua yang sudah meninggal beserta lafal dan artinya:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Arab-latin: "Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā."

Artinya, "Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil."

Kemudian doa untuk kedua orangtua sebaiknya ditutup dengan doa sapu jagad, shalawat nabi dan surah Al-Fatihah:

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ ...

Arab-latin: "Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil 'izzati 'an mā yashifūna, wa salāmun 'alal mursalīna, wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin, wa 'alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil 'alamīn."

Artinya, "Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam."

Kemudian doa untuk kedua orangtua dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah.

(lus/erd)