1.336 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja, 2.932 Cacat
Kamis, 12 Jan 2006 15:10 WIB
Jakarta -
Memprihatinkan. Tingkat kecelakaan kerja di Indonesia ternyata masih tinggi. Data PT Jamsostek mencatat, pada 2004-2005, terjadi 95.418 kasus kecelakaan. Dari jumlah itu 1.336 orang dunia. Data tersebut merupakan data Jamsostek yang dikutip Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno dalam sambutan pembukaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (12/1/2006). Sambutan sendiri dibacakan Sekjen Depnakertrans Hari Hariawan karena Erman sedang berada di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Di kota itu, Erman mengikuti pertemuan informal antara Presiden Susilo B. Yudhoyono dengan PM Malaysia, Abdullah Badawi.Berdasar data Jamsostek, jumlah kecelakaan kerja itu terjadi di 6.114 kota. Selain meninggal dunia, kecelakaan kerja juga menyebabkan 2.932 orang cacat sebagian dan 60 orang cacat total. Maka itu Depnakertrans terus menggenjot kampanye K3. "Persentase kekerapannya menurun dibanding periode sebelumnya, tapi angkanya masih tinggi. Sosialisasi K3 akan dilakukan secara terus menerus untuk meningkatkan kepedulian masyarakat," kata Erman seperti dibacakan Hari. Pada kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada perusahaan yang dinilai konsisten laksanakan K3. Penghargaan kategori kecelakaan nihil diberikan kea 213 perusahaan dan sertifikat sistem manajemen K3 kepada 117 perusahaan.Penghargaan juga diberikan pada Pemerintah Daerah yang dinilai berhasil melakukan pembinaan K3 di wilayahnya. Ada 20 provinsi dan 110 kabupaten/kota yang menerima penghargaan itu.
(iy/)










































