Salurkan BST di Belitung, PT Pos Indonesia Gunakan Aplikasi

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 18:02 WIB
Pos Indonesia
Foto: Pos Indonesia
Jakarta -

PT Pos Indonesia kembali dipercaya oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap 4 dan 5 di Belitung dan Belitung Timur dengan total 8.700 keluarga penerima manfaat (KPM).

BST ini ditujukan untuk mendorong konsumsi masyarakat guna menjaga stabilitas ekonomi di Indonesia dan penyaluran bantuan ini dinilai kondusif dengan adanya aplikasi yang memudahkan baik para penerima bantuan ataupun penyelenggara.

Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Pungki Sumadi mengatakan PT Pos Indonesia kembali ditunjuk oleh Pemerintah karena nama yang sudah merakyat sejak 100 tahun lalu dan memiliki pengalaman yang baik selama bekerja dengan Pemerintah.

"Dulu, pada saat BLT pertama di tahun 2005 itu tanpa PT. Pos Indonesia kita bisa kewalahan, karena pada saat pembagian pertama orang itu harus antre, bahkan Pos Indonesia harus membuat loket khusus untuk para lansia, sekarang sudah tidak seperti itu karena sudah menggunakan aplikasi jadi penerima bantuan itu bisa langsung scan, lalu data keluar, kemudian foto dan selesai. Bahkan tidak sampai 1 menit. Ini merupakan sebuah perubahan yang besar bagi kita," ujar Pungki dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).

Aplikasi yang disusun oleh PT Pos Indonesia dinilai memudahkan para penerima bantuan karena pada prosesnya penerima bantuan akan diberikan akun berupa rekening berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berasal dari Kementerian berdasarkan usulan dinas sosial daerah setempat.

Setelah akun dibuat, dana akan ditransfer dan pada saat yang sama PT Pos Indonesia membuatkan undangan atau 'cek digital' yang didistribusikan kepada penerima manfaat melalui dinas sosial dan aparat setempat.

Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia, Ihwan Sutardiyanta mengatakan penerima bantuan hanya perlu datang ke kantor pos yang telah ditetapkan. Setelah itu melakukan verifikasi dengan scan undangan atau cek digital, kemudian foto dengan menunjukkan uang dan KTP.

"Pada proses teknologinya, data ini akan naik kemudian akan mematikan status yang ada di database menjadi terbayar setelah proses foto tadi. Dashboard ini realtime, sehingga kita bisa langsung mengetahui berapa dana yang sudah terbayar dari alokasi awal" sambung Ihwan.

Aplikasi ini sekaligus menjadi inovasi PT Pos Indonesia dalam menyelesaikan program pembangunan nasional dengan pemanfaatan teknologi yang dapat memberikan informasi akurat, akuntabel, dan realtime dari seluruh provinsi dan kota yang ada di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Regional 3 Sumbangselbabel, Wikandaru Mudjaji mengatakan pihaknya menjangkau hingga daerah terpencil dan untuk pembayarannya bisa dilakukan dengan berbagai macam. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan seluruh aparat, dinas sosial, serta tenaga sosial kecamatan dan desa.

"Termasuk diantaranya dalam hal pengawalan kita meminta bantuan polisi, atau tentara untuk daerah-daerah yang rawan. Setelah semua terkoordinasi, kemudian kita siapkan proses pembayaran yang terjadwal," imbuhnya.

Cakupan wilayah yang luas membuat penyaluran BST ini memiliki risiko yang tinggi. Untuk menekan risiko tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belitung, Nurman Sunanda mengatakan seluruh penerima BST harus dipilih terlebih dahulu untuk menentukan bantuan yang akan diterima sehingga tidak ada tumpang tindih dalam penyaluran dana bantuan.

(akn/ega)