Wakil Ketua MPR Sebut Kota Baubau Punya Potensi Wisata Sejarah Unik

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 16:38 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid melakukan silaturahmi serta ramah tamah dengan Wali Kota Baubau AS Tamrin beserta Forkopimda, mengakhiri empat hari kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada kesempatan itu, Jazilul Fawaid mengapresiasi nilai-nilai lokal masyarakat Baubau yang masih terjaga dan terawat dengan baik. Salah satunya berbentuk benda-benda peninggalan kesultanan Buton, seperti Makam Sultan Buton, Benteng Kesultanan Buton, hingga Masjid Agung.

Menurut Jazilul, Benteng Kasultanan Buton bukanlah benteng biasa. Keberadaannya menandakan keunggulan pemikiran kesultanan Buton. Hal itu karena benteng tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan dan keamanan, akan tetapi juga upaya membentengi diri dari nilai-nilai serta pengaruh luar.

"Sekarang berpulang pada kita, apakah akan membiarkan benteng sebagai peninggalan masa silam yang akan usang dimakan waktu atau juga simbol perjuangan menjaga nilai kearifan lokal dari pengaruh asing, yang harus dijaga dan dilestarikan," ujar Jazilul dalam keterangannya, Senin (14/9/2020).

Hal itu ia ungkapkan dalam acara kunjungan yang berlangsung di aula rumah jabatan Wali Kota Baubau, Minggu (13/9) malam. Jazilul mengatakan ketimbang membangun destinasi wisata baru, lebih baik pemerintah merenovasi peninggalan sejarah dan menjadikannya sebagai kawasan wisata sejarah.

Apalagi peninggalan sejarah di Kota Baubau sangat banyak dan beragam. Beberapa di antaranya juga bertaraf internasional, seperti Benteng Kesultanan Bontang yang oleh badan PBB dinobatkan sebagai benteng terbesar di dunia.

"Wisata sejarah itu sangat unik dan tidak ada di tempat lain. Dan itu bisa menjadi daya tarik tersendiri," ungkap Jazilul.

Sementara itu, Wali Kota Baubau AS Tamrin memastikan jumlah wisata sejarah yang ada di kotanya sangat banyak. Selain benteng dan peninggalan Kraton Bontang lainnya, terdapat juga beberapa tradisi masyarakat Baubau yang menarik. Sayangnya, pemerintah tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk membangun seluruh potensi wisata yang ada.

"Kami butuh sarana transportasi udara yang lebih baik, namun sayang landasan yang ada belum memadai. Kita juga butuh penginapan yang layak, namun hotel yang ada masih pas-pasan. Kita butuh uluran tangan dari semua pihak, agar tekad membangun wisata sejarah di Baubau bisa segera direalisasikan," pungkasnya.

Selain beramah tamah, pada petang hari Jazilul didampingi AS Tamrin juga menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Sultan Himayudin Muhammad Saidi, salah satu Sultan di Kesultanan Buton. Selain itu, Jazilul juga sempat berjalan-jalan mengitari benteng sekaligus mengabadikan momen tersebut, karena lokasinya yang sangat menarik dan instagrammable.

(akn/ega)