Pertamina Klaim Kualitas Udara Denpasar Membaik Gegara Program Ini

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 10:31 WIB
SPBU Pertamina
Foto: Dok. PT Pertamina (Persero)
Jakarta -

Pertamina mencatat adanya kenaikan penggunaan BBM rendah emisi di Denpasar, seiring dengan berjalannya Program Langit Bersih mulai 5 Juli lalu. Program ini dinilai ikut berkontribusi pada perbaikan kualitas udara di Denpasar.

Mengutip situs resmi IQAir yang menampilkan kualitas udara di berbagai kota dunia, sepekan sebelum Program Langit Biru dijalankan, tercatat indeks rata-rata kualitas udara di Denpasar terpatri di angka 67. Setelah satu bulan program tersebut berjalan rata-rata indeks kualitas udara berada di angka 51.

Pertamina mencatat, konsumsi Bahan Bakar Khusus (Pertalite dan Pertamax-Series) di Denpasar meningkat dari bulan Juli dan Agustus kemarin. Setelah dua bulan Program Langit Bersih dijalankan, rata-rata konsumsi harian Pertalite di Denpasar mencapai 364 KL per hari, atau meningkat 69%. Di bulan Juni, rata-rata konsumsi harian Pertalite 216 KL per hari.

Selain Pertalite, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus juga merekam adanya peningkatan konsumsi Pertamax di Denpasar sebesar 6 %. Jika di bulan Juni rata-rata harian pembelian Pertamax 72 KL per hari, namun di Juli-Agustus konsumsi harian Pertamax meningkat menjadi 76 KL per hari.

"Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat sudah semakin sadar tentang pentingnya menggunakan BBM yang ramah lingkungan seperti Pertalite, Pertamax-Series, dan Dex-Series," jelas Unit Manager Communication & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam lewat keterangan tertulis, Senin (14/9/2020).

Peningkatan konsumsi BBM, lanjut Rustam, didorong dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan pembukaan pariwisata domestik yang mulai berjalan di Provinsi Bali. Hal ini pun direspons Pertamina dengan memberikan harga khusus untuk BBM jenis Pertalite.

"Sebagai bentuk apresiasi terhadap animo pelanggan yang setia menggunakan BBM ramah lingkungan untuk terwujudnya Bali yang asri, nyaman, dan bersih, maka sebagai bagian dari rangkaian Program Langit Biru, Pertamina meluncurkan Program Pertalite Harga Khusus, sehingga konsumen dapat merasakan performa Pertalite dengan harga Rp6.850 per liter yang berlaku mulai 5 September, lebih rendah Rp 800 dari harga normal," papar Rustam.

Salah satu pelanggan Pertamina di Bali, Kadek Sandi membagikan pengalamannya menggunakan bahan bakar Pertalite. Menurutnya menggunakan bahan bakar Pertalite membuat kendaraannya semakin hemat dan irit.

"Selain itu membuat kondisi mesin menjadi bersih dan memiliki emisi gas buang yang lebih baik karena mengandung RON yang lebih baik," urai Kadek.

Rustam menambahkan, Pertamina mengapresiasi masyarakat yang sudah beralih menggunakan Pertalite dan juga Pertamax-Series serta Dex-Series.

"Semoga kualitas lingkungan, khususnya udara di Kota Denpasar bisa semakin bersih seiring dengan peningkatan penggunaan BBM yang berkualitas dan rendah emisi," ulas Rustam.

Tonton video 'BMKG Ungkap Kualitas Udara Jakarta di Masa PSBB Transisi':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)