Pemprov DKI Akan Jemput Pasien Corona, PKS: Tenaga Medis-Ruang Perhatikan

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 07:56 WIB
Ratusan tenaga medis gugur akibat pandemi COVID-19. Pembatasan jam kerja nakes pun dinilai dapat menjadi upaya untuk melindungi tenaga medis dari virus Corona.
Foto Ilustrasi (Antara Foto/Prasetia Fauzani)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta tidak akan mengizinkan pasien positif COVID-19 menjalani isolasi mandiri di rumah. Fraksi PKS DPRD DKI menilai Anies perlu memastikan ketersediaan ruang isolasi hingga tenaga medis.

"Perlu diperhatikan terkait penambahan kapasitas ruang isolasi dan juga tenaga medis dan perawat," kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani saat dihubungi, Minggu (13/9/2020).

Achmad mengatakan kebijakan ini berpotensi menambah jumlah pasien COVID-19 yang harus dirawat. Namun, menurutnya, hal ini dapat diatasi bila masyarakat juga ikut membantu menghambat penyebaran.

"Kebijakan yang diambil oleh Gubernur Anies akan berdampak terhadap bertambahnya jumlah pasien COVID-19 yang harus dirawat. Namun saya rasa Jakarta mampu jika pemerintah dan masyarakat bersama-sama dalam melawan dan menghambat penyebaran COVID-19," kata Achmad.

Selain itu, di lapangan, Achmad kerap menemui pasien positif yang seharusnya menjalani isolasi mandiri justru ke luar rumah. Jadi, menurutnya, kebijakan terkait penjemputan pasien tanpa gejala merupakan hal yang tepat.

"Saya pun pernah mendapati beberapa pasien positif COVID-19 yang harusnya melakukan isolasi mandiri di rumah masih melakukan kegiatan di luar rumah. Ini adalah kenyataan yang saya temui di lapangan. Oleh karena itu, kebijakan ini saya rasa sudah tepat," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memperketat sarana isolasi terkait Corona. Pemprov DKI kali ini tidak akan mengizinkan pasien positif Corona menjalani isolasi mandiri di rumah, melainkan ditempatkan di lokasi yang sudah disediakan.

"Jadi, mulai besok semua yang ditemukan positif diharuskan untuk isolasi secara terkendali di tempat-tempat yang telah ditetapkan. Isolasi di rumah tinggal harus dihindari karena ini berpotensi pada penularan klaster rumah. Dan ini sudah terjadi karena tidak semua kita memiliki pengetahuan, pengalaman, untuk bisa menjaga agar kesehariannya tidak menular kepada orang lain," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat konferensi pers, di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu (13/9).

Anies mengatakan, jika ada pasien positif Corona yang menolak diisolasi, akan dijemput oleh petugas kesehatan dan penegak hukum.

Tonton video 'Doni Monardo Akui RS di DKI Penuh, Tapi Jangan Bikin Panik':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/rfs)