Jamaah Haji Kejar Nafar Awal, Diperkirakan Jamarat Penuh Sesak
Kamis, 12 Jan 2006 12:10 WIB
Mina -
Sebagian jamaah haji meninggalkan Mina setelah melempar jumrah di hari kedua tasyriq, Kamis (12/1/2006) dini hari hingga pagi ini. Hingga pukul 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS), para jamaah haji, termasuk jamaah haji RI masih terus bergerak menuju jamarat untuk mengejar nafar awal. Bagi jamaah haji yang mengambil nafar awal, diharuskan sudah melempar jumrah dan meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah sebelum Matahari terbenam. Bila jamaah haji masih berada di Mina hingga Matahari terbenam, maka jamaah haji harus mengambil nafar tsani dan meninggalkan Mina pada 13 Dzulhijjah. Karena itu, diperkirakan hari ini, sejak pagi hingga sore hari, kawasan jamarat akan penuh sesak dengan para jamaah haji, termasuk jamaah haji Indonesia. Kawasan jamarat juga akan dijaga lebih ketat oleh aparat kemanan Arab Saudi dibanding hari-hari sebelumnya. Kawasan jamarat diperkirakan akan membludak oleh jamaah haji karena para jamaah haji akan mengejar waktu afdal sehabis dhuhur. Pada Kamis dinihari, meski sudah masuk tanggal 12 Dzulhijjah, kawasan jamarat masih relatif sepi. Waktu ini kurang diminati jamaah haji, karena sebagian ulama menyatakan bahwa melempar jumrah di hari tasyriq dimulai setelah Matahari tergelincir. Dan hingga waktu subuh, jamarat juga masih belum disesaki jamaah haji. Salah seorang jamaah haji Indonesia yang baru saja keluar dari terowongan Mina pukul 06.45 WAS, mengaku kawasan jamarat masih longgar. "Masih sepi, saya mudah menuju ke sana," kata salah seorang jamaah haji yang mengenakan jas seragam KBIH warna biru muda itu. Edaran dari PPIH Sementara itu, untuk mengantisipasi membludaknya jamarat saat pada pagi dan siang hari, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia mengeluarkan edaran yang ditujukan kepada para jamaah haji. Edaran pengumuman ini diteken oleh Ketua Pelaksana PPIH di Arab Saudi Nur Samad Kamba pada pukul 02.10 WAS, 12 Januari 2006. Pengumuman itu berisikan larangan kepada jamaah haji Indonesia untuk melempar jumrah mulai pukul 06.00 WAS sampai ada pengumuman lebih lanjut dari Muasasah. Larangan ini didasarkan perintah dari Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi untuk menghindarkan terjadinya benturan dengan jamaah haji dari Turki dan negara-negara Afrika. Terhadap larangan ini, PPIH berharap ketua kloter dan pimpinan KBIH diminta bisa mengendalikan jamaahnya dan berkoordinasi dengan Maktab untuk mematuhi ketentuan ini. Bagi jamaah haji yang melanggar ketentuan tersebut, maka pemerintah Arab Saudi tidak bertanggung jawab bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Meski ada edaran tersebut, para jamaah haji Indonesia tetap nekat bergerak menuju jamarat hingga berita ini diturunkan. Mereka ingin mengejar nafar awal dan akan meninggalkan Mina sebelum Matahari tenggelam. Sebagian dari mereka berangkat menuju jamarat di bawah bendera KBIH-nya masing-masing.
(asy/)










































