Egi Dituding Politisasi Kasus Korupsi
Kamis, 12 Jan 2006 11:49 WIB
Jakarta - Manuver Egi Sudjana yang kontroversial menjadi bahan pergunjingan kalangan politikus, aktivis, dan LSM. Langkah Egi yang merilis rumor orang-orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima hadiah mobil Jaguar, kemudian belakangan minta maaf, dianggap mempunyai maksud tertentu."Kami menduga laporan Egi ini bermotif politik, bukan hukum. Karena pada laporan awal, Egi jelas-jelas tidak membawa selembar bukti," cetus Juru Bicara Forum Rakyat Antikorupsi Ulung Purnama kepada detikcom, Kamis (12/1/2006).Ulung yang juga aktif menjadi advokat di Serikat Pengacara Rakyat (SPR) berpendapat, menghembuskan isu hadiah mobil Jaguar yang diterima orang-orang dekat SBY tanpa disertai secuil data dan bukti, jelas ini bertujuan melakukan politisasi pemberantasan korupsi."Egi itu lawyer yang juga politikus. Kami menduga ini hanya sekadar bermotif politik untuk menarik perhatian publik KPK. Setelah menjadi sorotan menarik, Egi akan membawa kasus-kasus lain ke KPK," katanya.Akibatnya, hal ini bisa menjadi batu sandungan SBY yang tengah giat-giatnya memberantas korupsi di berbagai bidang, termasuk aparat penegak hukum. Akibat kasus ini, lanjut Ulung, akan mempengaruhi laporan-laporan masyarakat yang murni menemukan kasus korupsi.Pengaruhnya, jika sekarang ini laporan berdasarkan asumsi-asumsi dugaan korupsi ditindaklanjuti, setelah kejadian ini tidak ada lagi. Karena orang akan takut melaporkan kasus dugaan korupsi. "Takut dilaporkan ke polisi karena mencemarkan nama baik," katanya.Rencananya, Forum Rakyat Antikorupsi yang terdiri dari berbagai elemen, seperti Gerakan Pemuda Kerakyatan, Gerakan Regenerasi Nasional, Serikat Pengacara Rakyat, Liga Mahasiswa Nasional dan Pusat Advokasi dan Transformasi Masyarakat, akan menggelar jumpa pers soal kasus ini Kamis sore nanti.
(jon/)











































