Begini Peran 'Kapal Induk' Bantu 'Sekoci' UMKM Go Digital

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 13:48 WIB
Diskusi UMKM Go Digitalisasi (dok istimewa)
Foto: Diskusi UMKM Go Digitalisasi (dok istimewa)

Ruben menyarankan para inovator muda tak hanya sekadar menciptakan produk dan jasa inovatif. Mereka juga punya tanggung jawab lebih dalam memberikan semangat, contoh, dan berbagi ilmu dengan UMKM lain terutama membantu mereka untuk Go Digital.

Pentingnya masuk ke platform digital untuk menyelamatkan UMKM terutama di masa pandemi ini menjadi hal krusial. Menurut survei yang dilakukan Facebook Indonesia hampir 53% pelaku UMKM mengaku usaha mereka menurun, dan 50% harus melakukan pengurangan jumlah pekerja. Pengurangan pekerja ini banyak terjadi di sektor-sektor yang langsung bersinggungan dengan publik seperti industri retail.

"Namun yang menarik, hampir 56% persen UMKM yang ada Facebook cepat beralih ke dunia digital. Mereka memanfaatkan platform-platform digital yang sudah ada seperti Facebook, Instagram atau WhatsApp. Dan sekitar 25% pelaku UMKM saat ini mengaku penghasilan mereka didapat dari platform digital," beber Ruben.

Diketahui, pemerintah saat ini mendorong program 'Pahlawan Digital UMKM' untuk menstimulasi pelaku bisnis digital sebagai puller (penarik) bagi UMKM yang lain. Pemerintah juga mencoba mendesain sejumlah program.

Hingga saat ini, sebanyak 125 inovator digital telah mendaftar untuk bergabung dalam Pahlawan Digital UMKM. Sekitar 80% berasal dari luar DKI Jakarta.

Sebanyak 30 peserta bootcamp atau pelatihan akan diumumkan pada 16 September 2020 mendatang. Perkembangan info terkait Pahlawan Digital UMKM bisa dipantau di akun Instagram @pahlawandigitalumkm, @kemenkopukm, dan @putri_tanjung. Adapun bootcamp nanti menghadirkan para pengajar berpengalaman yang membantu para inovator digital ini lebih berdaya, seperti dari Facebook dan Grab Indonesia.


(zap/imk)