Kecewa PAN Cabut Dukungan, Wabup Sergai Bakal Tempuh Jalur Hukum

Datuk Haris Molana - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 13:04 WIB
Pilkada Serentak 2020
Ilustrasi Pilkada 2020 (Foto: Detikcom)
Serdang Bedagai -

Bakal calon Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya (Wiwik) kecewa terhadap PAN yang mencabut dukungan terhadapnya. Wiwik, yang saat ini menjabat Wabup Sergai, pun bakal menempuh jalur hukum.

"Oh ya kita ke apa ajalah, ke jalur proses hukum ajalah. Biar hukum yang selesaikan," kata Darma Wijaya saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (13/9/2020).

Darma menyebutkan pihaknya bakal menempuh jalur hukum sesuai peraturan berlaku. Mekanismenya, katanya, telah diatur di Juklak.

"Iya. (sesuai) peraturan berlaku. Mekanismenya sudah ada di Juklak, nanti biar nanti tim hukum kita yang akan menjalankan," sebut Darma.

Darma mengaku kecewa dengan keputusan PAN yang mencabut rekomendasi untuknya. Padahal, dirinya telah mengikuti proses sesuai mekanisme yang ada untuk mendapatkan rekomendasi tersebut.

"Ya intinya, kita sudah mengikuti proses, kita mengikuti mekanisme, kita mendaftar dari DPD PAN Sergai, diproses, ikut sesuai Juklaknya, ikutin ya, kita direkom dari rekomendasi dari Sergai ke pusat. Kalau sebelah kan tidak mengikuti proses, tiba-tiba saja kok dapat SK, kan gitu," ujar Darma.

"Ya kita artinya ya nggak ada masalah sih. Cuma kan itukan semua sudah sesuai dengan mekanisme. Kalau kecewa, siapapun ya kecewa, tapi yasudahlah," sambungnya.

Kendati tak mendapat dukungan dari PAN, Darma mengaku akan terus maju di Pilkada Sergei. Sebab, menurutnya, rakyat dan partai lain mendukungnya.

"Oh tetap main kita. Intinya kita tetap main. Kita dukungan rakyat, dukungan partai. Murni kita dukungan partai, dukungan rakyat," ujar Darma.

Sebelumnya, polemik soal rekomendasi PAN ini berawal pada Jumat (4/9/2020). Saat itu, Wiwik yang berpasangan dengan putra Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Adlin Umar Yusri Tambunan, mendaftar ke KPU Sergai.

Mereka datang bersama para pengurus partai pengusung, termasuk DPC PAN Sergai. Wiwik-Adlin juga membawa B1KWK dari PAN untuk keperluan memenuhi syarat pencalonan mereka.

"KPU melakukan berdasarkan regulasi. Jadi, pada saat pasangan Dambaan (Darma Wijaya-Adlin Tambunan) itu mendaftar, kita cocokkan B1KWK-nya, apa yang ada di (situs) infopemilu itu kan kita cek. Yang mendaftarkan itu kan DPC PAN Sergai. Jadi pada saat tanggal 4 September itu mereka datang, pengurusnya itu Ketua dan Sekretaris-nya itu sesuai atau cocok dengan yang ada di (situs) infopemilu. Jadi ya mereka yang berhak mendaftarkan dan membawa B1KWK parpol. KPU Serdang Bedagai tidak ada alasan tidak menerima pendaftaran mereka itu," tutur Komisioner KPU Sergai, Fuad Hasan Lubis, Senin (7/9/2020).

Hal itu, kata Fuad, membuat PAN tercatat telah mendaftarkan bakal paslon untuk Pilkada Sergai. Berdasarkan regulasi yang ada, PAN tak boleh mendaftarkan lebih dari satu bakal paslon dalam Pilkada di satu daerah.

"Dalam regulasi kita kan Pasal 6 PKPU 3 itu dikatakan satu parpol hanya boleh mengusung atau mendaftarkan satu pasangan calon dan tidak boleh menarik dukungan apabila sudah didaftarkan. Jadi ya sudah tercatat kan tadi PAN itu sudah mendaftarkan dan tidak boleh mendaftarkan pasangan lain," ujarnya.

Sementara, bapaslon lainnya, Soekirman yang berpasangan dengan putra mantan Gubernur Sumut (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, Tengku Ryan, kemudian datang mendaftar. Mereka juga membawa surat rekomendasi dukungan PAN dan mengklaim dukungan dari DPP PAN adalah untuk mereka.