Tak Ada Provinsi Nihil Corona Kemarin, Epidemiolog: Penularan Meluas

Matius Alfons - detikNews
Minggu, 13 Sep 2020 07:11 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah melaporkan tak ada satu pun provinsi yang nihil kasus Corona pada Sabtu, 12 September 2020. Pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, menyebut itu akibat penularan Corona yang semakin luas.

"Lebih dipengaruhi oleh penularan yang semakin luas," kata Pandu saat dihubungi, Sabtu (12/9/2020).

Pandu mengatakan penularan yang semakin luas ini diakibatkan oleh pergerakan yang semakin tinggi. Menurutnya, akhir-akhir ini pergerakan masyarakat memang cenderung meningkat.

"Karena mobilitas penduduk selama ini meningkat sekali," ucapnya.

Dia pun menyarankan sebaiknya PSBB nasional diberlakukan. Menurutnya, selain di DKI, PSBB sebaiknya diperluas ke daerah lainnya agar bisa lebih efektif.

"Sebaiknya PSBB nasional. Ya menurut saya, selain DKI, diperluas secara nasional agar bisa lebih efektif," ujar Pandu.

Seperti diketahui, pemerintah melaporkan perkembangan kasus Corona (COVID-19) di Indonesia. Biasanya terdapat beberapa provinsi yang nihil kasus baru Corona, tapi kemarin (Sabtu, 12/9) seluruh provinsi menyatakan adanya temuan kasus baru positif Corona di daerahnya.

Ditemukannya kasus baru Corona di 34 provinsi berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan tim Humas BNPB pada Sabtu (12/9/2020). Data ini dihimpun tiap hari per pukul 12.00 WIB.

Provinsi penyumbang kasus baru Corona terbanyak pada Sabtu (12/9) adalah DKI Jakarta dengan jumlah 1.205. Total kasus Corona di DKI 52.840.

(maa/isa)