Sosok Indah Yuliani Kapten Pilot Wanita Pertama di Indonesia di Mata Sahabat

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 20:00 WIB
Pilot wanita pertama di Indonesia, Capt Indah Yuliani
Kapten Indah Yuliani (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Pilot wanita pertama untuk penerbangan sipil di Indonesia, Capt Indah Yuliani, meninggal dunia akibat terpapar virus Corona (COVID-19). Capt Indah Yuliani dikenal sebagai sosok yang dedikatif serta memegang komitmen dalam menjalankan tugas.

"Rekan-rekan kerjanya mengenal Almarhumah sebagai figur yang berdedikasi dan committed terhadap tiap tugasnya," Ketua Dewan Etik Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Capt Noor Wahjudie kepada detikcom, Sabtu (12/9/2020)

Noor Wahjudie mengatakan Indah, atau yang akrab disapa Cipluk, adalah pribadi yang lembut dan kalem. "Di balik penampilannya yang tomboi, sebenarnya Almarhumah adalah pribadi yang lembut dan kalem," ucap Noor Wahjudie.

Mengenang Capt Indah Yuliani, Noor Wahjudie menceritakan semasa pendidikan penerbangan di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Tangerang, Banten, ada tradisi mandi oli bagi siswa penerbang yang lulus tahap menerbangkan pesawat sendiri tanpa instruktur. Mandi oli yang dimaksud adalah memandikan siswa yang dimaksud dengan oli pesawat yang ditampung di wadah, di mana si siswa hanya mengenakan pakaian dalam.

"Di Curug dulu ada tradisi mandi oli bekas bagi yang lulus check solo. Biasanya siswa telanjang dan hanya bercelana dalam untuk dimandikan oli ini," cerita Noor Wahjudie.

Tradisi itu ada karena sebelumnya siswa penerbangan sipil hanya pria. Saat Capt Indah menjalani pendidikan penerbangan, para senior yang biasa memandikan oli ke juniornya akhirnya bingung. Akhirnya Capt Indah menjadi satu-satu siswa penerbang yang tak mandi oli kala itu, tapi diganti dengan mandi air.

"Sebagai satu-satunya siswa penerbang wanita, dia mampu menjalani pendidikan dengan baik. Bahkan sebagai yang pertama released check solo-flight, dan ini pertama kali dilakukan siswa wanita. Teman-teman dan senior-seniornya bingung, bagaimana melaksanakan tradisi ini bagi siswa wanita. Akhirnya khusus Cipluk, tradisi mandi oli tidak dilaksanakan. Khusus Capt Cipluk mandi air dengan mengenakan pakaian lengkap," kenang Noor Wahjudie.

Sebelumnya, IPI menyampaikan rasa dukacita atas kepergian Capt Indah Yuliani. Indah Yuliani meninggal dunia pada usia 61 tahun akibat terpapar virus Corona (COVID-19).

"Ikatan Pilot Indonesia (IPI) merasa sangat kehilangan atas wafatnya Almarhumah Capt Indah Juliani (Cipluk)," tulis Noor Wahjudie.

Noor Wahjudie mengatakan penghormatan IPI tak sekadar karena Indah pilot senior. IPI menilai Indah adalah sosok yang inspiratif bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri.

Noor Wahjudie menuturkan Indah meninggal dunia pada Jumat (11/9). Jenazah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur (Jaktim).

"Selamat jalan, sahabatku. Damai dan berbahagialah di sisi-Nya," ujar Noor Wahjudie.

(aud/idh)