Ratusan Dokter Gugur Terpapar COVID-19, IDI Soroti Tata Ruang RS

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 15:00 WIB
Ikatan Dokter Seluruh Indonesia (IDI) meminta Bareskrim Polri menangkap aktor intelektual kasus vaksin palsu. Permintaan pencarian aktor intelektual ini disampaikan Ketua Umum IDI dalam jumpa pers di kantor IDI, Jl Samratulangi 29, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/7/2016).
Adib Khumaidi (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan data terbaru dokter yang meninggal karena terpapar COVID-19. Hingga saat ini, sudah ada lebih dari seratus dokter umum dan spesialis yang telah gugur.

"Jadi memang kalau total 114, paling banyak di Jawa Timur. Data terakhir itu 29, nomor duanya Medan, dua hari yang lalu sekitar 21. Baru Jakarta dan daerah yang lain-lain. Yang kemudian menjadi perhatian bagi kita karena dari semua itu lebih dari 50 persen sekitar data yang kita dapatkan 55 orang adalah dokter umum, sisanya spesialis," kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi dalam sebuah diskusi bertajuk 'Penularan Bertambah Kok Perilaku Belum Berubah?' yang disiarkan melalui Zoom, Sabtu (12/9/2020).

Adib menuturkan ratusan dokter yang gugur itu tidak semuanya menangani langsung pasien COVID-19. Ada beberapa dari mereka merupakan dokter yang masih melakukan praktik di area rumah sakit dan ikut terpapar.

"Ada yang secara tidak langsung menangani pasien COVID-19 karena kalau kita bicara secara langsung menangani pasien COVID, berarti dia dokter yang ada di perawatan COVID, yang merawat di ruang isolasi COVID atau di ruang ICU," tuturnya.

"Tapi kita tahu, dengan kondisi saat ini, risiko terpapar COVID itu terjadi di hampir seluruh aspek pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh para dokter. Selama kita masih praktik dan kontak ataupun kita manajemen dan kita ada di fasilitas kesehatan tersebut, risiko terpapar itu akan ada," sambungnya.

Lihat video 'Anies: Lebih dari 100 Dokter Meninggal Karena Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2