KSAU Calon Panglima TNI, SBY Dorong Pertahanan Udara

KSAU Calon Panglima TNI, SBY Dorong Pertahanan Udara

- detikNews
Kamis, 12 Jan 2006 09:28 WIB
Jakarta - Teka-teki siapa satu nama calon Panglima TNI yang dikantongi Presiden SBY belum terjawab. Kepala Staf TNI-AU (KSAU) Marsekal Djoko Suyanto diprediksi memiliki peluang yang paling besar. Jika benar, maka SBY dinilai akan mendorong pertahanan udara menjadi kuat."Selain regenerasi, ini juga terkait masalah keadilan karena selama ini TNI AU belum pernah menjabat Panglima TNI," ujar pengamat militer dari CSIS, Edy Prasetyono, saat dihubungi detikcom via telepon, Kamis (12/1/2006).Menurutnya, SBY harus menjelaskan orientasi pertahanan Indonesia mendatang. Sebab, masalah ini akan terkait figur calon panglima yang diajukan ke DPR. "Jadi, pemilihan panglima bukan atas perspektif politik melainkan pada aspek pertahanan," tuturnya.Selama ini, tutur Edy, pergantian panglima selalu terkait pertimbangan politik. Hal ini karena adanya keterlibatan DPR dalam pemilihan Panglima TNI. "Padahal, panglima bukan jabatan publik karena tidak memiliki pertanggungjawaban politik," katanya. Edy mengingatkan SBY untuk tidak menunda pengajuan nama calon panglima. Alasannya, proses regenerasi di tubuh TNI akan makin kacau. "Para kepala staf TNI juga sudah hampir masuk masa pensiun, kalau tidak segera diajukan, konsolidasi akan kacau," tegasnya. Ia memperkirakan peluang mantan KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu akan makin kecil meski PDI Perjuangan tetap meminta SBY mencalonkan mantan Pangkostrad itu. "Kalau memang SBY ingin Ryamizard kan kenapa tidak dari dulu saja," tambahnya.Berdasarkan UU TNI No 34 Tahun 2004, sedikitnya ada 4 orang yang memenuhi kriteria untuk dicalonkan sebagai Panglima TNI. Mereka adalah Jenderal Ryamizard Ryacudu, KSAD Jenderal Djoko Santoso. Kemudian Marsekal Djoko Suyanto dan KSAL Laksamana Slamet Subijanto. (ton/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini