Airlangga: Keterpakaian Tempat Tidur ICU-Isolasi di RS DKI-Bali di Atas 50%

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 18:40 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Jakarta -

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengatakan bed occupancy rate atau penggunaan tempat tidur di ruang ICU rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta-Bali sudah terisi di atas 50 persen. Airlangga juga menyebut ada 6 daerah yang bed occupancy rate-nya di bawah 50 persen.

Hal itu dipaparkan Airlangga usai rapat komite di kantornya, Jumat (11/9/2020). Awalnya Airlangga menyatakan fasilitas kesehatan yang masih tersedia di RS rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia.

Setelah itu, pria yang juga menjabat Menko Perekonomian tersebut bicara soal bed occupancy rate di RS DKI Jakarta dan Bali yang perlu jadi perhatian.

"Di dua provinsi, Jakarta dan Bali, tentu menjadi perhatian karena ini untuk ICU di atas 50 persen dan juga untuk isolasi. Sedangkan 6 daerah lain di bawah 50 persen dan bed occupancy ratio yang ideal menurut WHO antara 60 sampai 85 persen," kata Airlangga.

Pemerintah, kata Airlangga, mendorong kesiapan pelayanan publik dengan meningkatkan terus fasilitas sebagai upaya penanganan COVID-19. Dia mengatakan pemerintah akan memanfaatkan hotel bintang 2 dan 3 seperti di Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah.

"Pemerintah juga mendorong bahwa kegiatan kesiapan pelayanan publik ditingkatkan terus dan juga pemerintah menyiapkan pelayanan publik memanfaatkan fasilitas hotel bintang 2 dan 3 seperti yang dilakukan Sulsel, Jateng," paparnya.

Untuk diketahui, rapat komite ini dihadiri oleh Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir, Menkes Terawan Agus Putranto, Menko Polhukam Mahfud Md, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

(idn/imk)