Eks Kadis Perkebunan Sulbar Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Bibit Sawit

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 17:32 WIB
Buah Sawit, biji Sawit, Ilustrasi Sawit, Kebun Sawit. Reno/detikcom.
Foto: Ilustrasi buah sawit (Reno Hastukrisnapati Widarto/detikcom)
Makassar -

Eks Kadis Perkebunan Sulawesi Barat (Sulbar), Supriyatno ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi pengadaan bibit kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu, Sulbar. Selain Supriyatno, polisi juga menjerat 4 orang tersangka lainnya.

"Negara dirugikan sebesar Rp 912.220.000 sesuai hasil audit BPKP Sulbar," kata Kasat Reskrim Polres Pasangkayu AKP Pandu Arief Setiawan kepada detikcom, Jumat (11/9/2020).

Empat tersangka lainnya di kasus ini adalah Direktur CV Menara Konstruksi berinisal AP, rekanan pengadaan berinsial HS, kelompok kerja (Pokja) berinisial HM, serta seorang Staf Dinas Perkebunan Sulbar berinisial MI.

AKP Pandu membeberkan, pengadaan bibit unggul untuk kelompok tani Pasangkayu itu ialah menggunakan anggaran Tahun 2013 dengan total anggaran Rp 2.247.774.000, bersumber dari APBD Perubahan Dinas Perkebunan Sulbar. Polisi kemudian mengendus dugaan tindak pidana korupsi di proyek ini karena tidak dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis).

"Penyaluran bibit kelapa sawit tidak sesuai kontrak, yang harusnya penyaluran 44.720 batang kepada penerima namun hanya direalisasikan sebanyak 17.890 batang kepada kelompok tani untuk Kabupaten Pasangkayu," ungkap Pandu.

Tak hanya itu, kata Pandu, pejabat berwenang juga diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang yaitu mulai dari proses penentuan pemenang lelang, proses pencairan tak sesuai mekanisme, serta juga tak melakukan pengawasan saat kegiatan pengadaan bibit berjalan.

"Adapun barang bukti yang disita adalah uang tunai Rp 40.000.000, sejumlah dokumen, surat kuasa, buku tabungan milik tersangka, rekening koran dan SK pejabat yang terkait kegiatan, dan lain-lain," ungkap Pandu.

Berkas perkara kelima tersangka sendiri sudah dinyatakan lengkap atau P21, selanjutnya para tersangka dan barang bukti segera diserahkan ke jaksa penuntut umum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Pasangkayu.

Untuk kelima tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Ancaman penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200juta dan paling banyak Rp 1 miliar," pungkas Pandu.

(aud/aud)