Ploris Cica Pakai Uang Hasil Penipuan Tanaman Hias untuk Foya-foya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 15:11 WIB
Dit Siber Bareskrim ungkap kasus penipuan jual beli tanaman hias
Direktorat Siber Bareskrim mengungkap kasus penipuan jual-beli tanaman hias. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Indra Nugraha, tersangka kasus penipuan jual-beli tanaman hias di media sosial, ditangkap tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di Subang, Jawa Barat. Tersangka menggunakan hasil penipuan para korban untuk foya-foya.

"Sementara untuk pengakuan awal, tersangka IN mengaku menggunakan uang dari hasil penipuan tersebut untuk kesenangan pribadi, foya-foya," kata Kanit IV Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kompol Silvester Simamora saat dihubungi, Jumat (11/9/2020).

"Saat ini tersangka masih kita periksa untuk menelusuri korban-korban lainnya. Sejumlah saksi juga masih diperiksa oleh tim di lapangan," sambungnya.

Tim Dit Tipid Siber Bareskrim saat melakukan pendalaman kasus ini di Subang, Jawa BaratTim Dit Tipid Siber Bareskrim saat melakukan pendalaman kasus ini di Subang, Jawa Barat. (ist)

Kompol Silvester mengatakan kasus penipuan jual-beli tanaman hias di media sosial ini memang jadi salah satu atensi Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Para pelaku memanfaatkan momen meningkatnya minat masyarakat terhadap tanaman hias, terutama sejak masa pandemi COVID-19.

Ketua tim penindakan kasus penipuan jual-beli tanaman hias ini, AKP Jeffrey Bram, juga menyampaikan hal senada. Dia menyebut korban kejahatan tersangka Indra Nugraha cukup banyak.

Dittipid Siber Bareskrim ringkus penipu jual beli tanaman onlineDittipid Siber Bareskrim meringkus penipu jual-beli tanaman online. (Foto: dok. Bareskrim)

"Korbannya rata-rata banyak ibu-ibu, pencinta tanaman di berbagai daerah, seperti Kupang, Bogor, Jambi, Aceh, Subang, Bekasi, Palembang, Banyumas, dengan nilai kerugian mulai Rp 200 ribu hingga di atas Rp 4,7 juta. Masih kita telusuri terus," kata AKP Jeffrey saat dihubungi lewat telepon.

"Uang yang dia dapat dari hasil penipuan ini pengakuannya dia pakai untuk senang-senang. Untuk bayar kosan dan senang-senang juga sama pacarnya. Selama ini dia mengaku ke pacarnya kalau dia kerja. Ngaku sama tetangga juga dia punya perusahaan dekorasi di Jakarta," sambungnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil meringkus salah satu penipu jual-beli tanaman hias online. Pelaku ditangkap di wilayah Jawa Barat, tepatnya di Subang, pada Rabu, 9 September 2020, pukul 22.00 WIB.

"Telah dilakukan penangkapan tersangka atas nama Indra Nugraha terkait kasus penipuan jual-beli tanaman hias mengatasnamakan akun Facebook Ploris Cica," kata Brigjen Slamet lewat telepon.

Dit Siber Bareskrim ungkap kasus penipuan jual beli tanaman hiasTersangka menggunakan akun Ploris Cica dan Hen Wid Plant Aglonema untuk menipu korban (ist)

Dari tersangka, Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya sebuah handphone dengan nomor 081222930626 hingga sejumlah tanaman hias yang dipakai untuk menjebak para calon korban.

Kasus ini dilaporkan korban bernama Heri ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri nomor: LP/B/0515/IX/2020/BARESKRIM pada Selasa 8 September 2020 malam.

Korban Heri sebelumnya menjelaskan menjadi korban penipuan jual-beli tanaman hias akun Ploris Cica di Facebook. Saat ditelusuri, ternyata ada cukup banyak orang yang menjadi korban lainnya. Dia pun melaporkan kasus ini ke polisi.

Heri menjelaskan akun Ploris Cica masuk ke grup-grup jual-beli tanaman hias. Bonggol atau tunas tanaman hias aglonema jenis lotus delight ditawarkan Ploris Cica melalui WhatsApp nomor 081222930626 dengan harga bervariasi sesuai ukuran, mulai Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu. Dari situ disepakati pembelian seharga Rp 350 ribu. Uang kemudian ditransfer ke rekening Bank BCA 7425166590 atas nama Dina Noviyanti Pratama pada 5 September.

Namun, hingga 8 September, tanaman hias yang dipesan Heri tersebut tidak kunjung datang. Saat ditanya soal pengiriman hingga nomor resi pembelian, akun Ploris Cica selalu mencari-cari alasan hingga akhirnya tidak bisa dihubungi sama sekali. Heri pun akhirnya melapor ke polisi.

"Saya tertarik untuk mengungkap kejahatan yang meresahkan masyarakat ini. Sebab, sepertinya sudah banyak yang menjadi korban namun tidak melaporkan ke polisi karena berbagai alasan. Padahal, jika ini dilaporkan, tentu akan cepat diusut oleh polisi dan tidak ada korban-korban lain. Makanya pada 8 September kemarin, saya resmi membuat laporan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim," kata Heri.

"Semoga polisi bisa cepat mengungkap kasus ini," sambungnya.

Pantauan detikcom di grup-grup jual-beli tanaman hias di Facebook hingga Instagram, ada cukup banyak orang yang mengaku menjadi korban penipuan Ploris Cica atau Hen wid Plant Aglonema serta akun-akun lainnya. Rata-rata korban ditipu dari Rp 100 ribu hingga di atas Rp 4 juta.

(hri/hri)