Syukuran Ultah, Ketua MPR Luncurkan Channel YouTube & Podcast

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 14:10 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meluncurkan kanal YouTube Bamsoet Channel sekaligus podcast Ngompol (Ngomong Politik) sebagai ikhtiar dirinya menarik minat generasi Z dan milenial untuk peduli terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Khususnya guna melestarikan nilai Pancasila dalam pergaulan sehari-hari.

Peluncuran dilakukan bersamaan dengan syukuran ulang tahun Bamsoet ke-58 sekaligus peluncuran 2 buku 'Jurus 4 Pilar' dan 'Solusi Jalan Tengah' sekaligus peluncuran lembaga think tank Bamsoet Center. Untuk membuat konten kebangsaan, Bamsoet juga telah mengajak kerja sama artis dan YouTuber, antara lain Rafi Ahmad, Atta Halilintar, Ari Lasso, Baim Wong, Ayu Ting Ting, Andre Taulany, Gading Marten, Denny Cagur, Irfan Hakim, hingga Deddy Corbuzier.

"Riset We Are Social bersama Hootsuite dalam Digital 2020 melaporkan penetrasi internet di Indonesia mencapai 175,4 juta pengguna internet atau sekitar 64 persen dari total populasi penduduk. Youtube menempati peringkat pertama sebagai platform yang sering dikunjungi, yakni sebesar 88 persen," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (11/9/2020).

Ia memaparkan penelitian Dailysocial pada tahun 2018 memperlihatkan pendengar podcast di Indonesia sebesar 42,12% adalah kalangan muda berusia 20-25 tahun. Ini menunjukkan kalangan muda tak hanya suka konten visual seperti YouTube, melainkan juga menyukai konten audio dengan beragam topik pembicaraan melalui platform podcast.

"Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pemuda Indonesia rentang usia 16-30 tahun diperkirakan mencapai lebih dari 64 juta jiwa. Di tahun 2030-2040, diperkirakan Indonesia mengalami puncak bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif berusia 15-64 tahun mencapai sekitar 190 juta," papar Bamsoet.

Bamsoet mengatakan para siswa yang kini sedang menempuh pendidikan SD, SMP, SMA/sederajat maupun mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi yang sedang asyik berselancar di YouTube atau podcast merupakan bagian dari bonus demografi tersebut.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengatakan jika tidak dibekali dengan paham kebangsaan sejak dini, mereka bukannya akan menjadi berkah bagi bonus demografi, melainkan akan menjadi bencana demografi. Generasi Z dan milenial punya dunianya sendiri, tak bisa disamakan seperti generasi sebelumnya.

"Mereka tak bisa dipaksa mengikuti sesuatu. Tugas kitalah yang senior untuk masuk ke dunia mereka. Memahami mereka lebih dalam, agar bisa menariknya ke minat persoalan kebangsaan. Atas dasar itulah saya hadirkan youtube Bamsoet Channel dan podcast Ngompol (Ngomong Politik)," pungkasnya.

Tonton juga video 'Bamsoet Minta Pemerintah Jaga Ketersediaan Pangan Selama Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)