Komisioner KPU Positif COVID, Perludem: Bukti Besarnya Risiko Pilkada

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 04:44 WIB
Titi Anggraini
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dinyatakan positif COVID-19. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) hal ini membuktikan besarnya risiko penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi.

"Terus bertambahnya penyelenggara pemilu yang terkonfirmasi positif COVID-19 membuktikan betapa besarnya risiko penyelenggaraan pilkada 2020 pada jajaran penyelenggara pemilu," ujar Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2020).

Titi menilai, banyaknya penyelenggara pemilu yang terkonfirmasi positif dapat menjadi fenomena gunung es. Terlebih menurutnya, tidak semua dapat terus melakukan swab.

"Padahal tidak semua bisa mengakses tes swab yang lebih menjamin validitas hasi. Jangan-jangan ini fenomena gunung es," kata Titi.

Titi meminta KPU tidak mengangap enteng kejadian ini. Menurutnya, masih banyak tahapan Pilkada yang berpotensi melibatkan banyak orang.

"KPU khususnya, tidak boleh menganggap enteng kejadian ini apalagi masih akan ada tahapan yang melibatkan banyak orang, misalnya kampanye, pungut hitung di TPS, dan rekapitulasi suara," kata Titi.

Titi menyebut, perlu adanya evaluasi secara menyeluruh terkait penerapan protokol kesehatan. Sehingga pelaksanaan pilkada di tengah pandemi juga tidak membahayakan penyelenggara.

"Evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan pada protokol kesehatan, oleh jajaran penyelenggara harus dilakukan optimal. Pilkada adalah agenda demokrasi yang juga harus menjamin keadilan perlakuan bagi penyelenggara, bukannya malah membahayakan nyawa mereka," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, komisioner KPU Evi Novida Ginting terkonfirmasi positif COVID-19. Evi kini tengah menjalani isolasi mandiri.

"Iya, benar. Itu berdasarkan hasil swab, saya lupa hari Senin atau Selasa, pokoknya hasilnya baru keluar kemarin. Terus positif," kata Ketua KPU Arief Budiman ketika dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).

Arief mengatakan Evi positif tanpa gejala. Evi kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah, tapi masih aktif bekerja secara daring.

(dwia/dwia)