Kawasan Jamarat Lebih Padat
Kamis, 12 Jan 2006 00:42 WIB
Mina - Kawasan Jamarat semakin dijubeli para jamaah haji sejak dhuhur hingga malam ini. Hingga pukul 20.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Rabu (11/1/2006), jalan akses menuju jamarat dan kawasan jamarat masih menjadi lautan manusia. Tentara dan polisi Arab Saudi juga berjaga-jaga di sejumlah titik. Dibanding Selasa (10/1/2006), suasana kawasan jamarat hari ini jauh lebih padat. Sebagian besar jamaah haji berlomba-lomba menuju jamarat untuk melempar jumrah ula, wustha, dan aqabah pada waktu afdal (utama). Akibatnya, terjadi penumpukan di sekitar jamarat. Para jamaah haji yang datang dari arah perkemahan di Mina sempat kesulitan masuk ke kawasan jamarat, karena banyaknya jamaah. Namun, sebenarnya kondisi di masing-masing tiang jamarat, sungguh berbeda. Karena para jamaah masih mudah mendekati tiang jamarat untuk melempar jumrah. Kepadatan jamaah di jalan-jalan di kawasan jamarat ini lebih diakibatkan banyaknya jamaah haji yang mendirikan tenda dan menginap di jalan-jalan itu. Inilah yang membuat lalu lintas di kawasan jamarat sangat padat dan lalu lintas jamaah haji menjadi macet. Selain banyak jamaah haji yang mendirikan tenda, juga banyak jamaah haji Indonesia yang sengaja menggelar tikar untuk tidur di pinggir jalan-jalan itu, termasuk di dalam terowongan Mina. Banyak juga jamaah haji Indonesia yang nekat bertindak seperti ini. Dengan kondisi seperti ini, maka diperlebarnya jalan di kawasan jamarat menjadi tidak berfungsi. Dengan banyaknya jamaah haji yang menginap di jalanan itu, jalan di kawasan jamarat terkesan sangat sempit. Jamaah haji yang bergerak menuju jamarat terhambat dan sangat ekstra hati-hati untuk melangkahkan kakinya, karena khawatir menginjak jamaah haji yang duduk-duduk, tidur-tiduran atau berada di dalam tenda-tenda. Banyaknya jamaah haji yang menginap di banyak titik di sepanjang jalan kawasan jamarat ini sudah terjadi sejak Senin (10/1/2006) kemarin. Dan pada Senin malam semakin banyak jamaah yang ikut-ikutan menginap di jalan-jalan tersebut. Suasana jalan jadi tidak tertib. Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia di Arab Saudi Nur Samad Kamba mengaku sulit melarang jamaah haji Indonesia yang melakukan tindakan seperti itu. Padahal, sebenarnya pemerintah Arab Saudi sudah tegas melarang hal ini. "Tapi, memang kenyataannya larangan pemerintah Arab Saudi ini dilanggar oleh banyak jamaah haji. Bila diberi tindakan keras, bisa-bisa jamaah akan protes," kata Nur Samad. Tapi, yang jelas, tindakan para jamaah haji yang menginap di jalan-jalan di kawasan jamarat itu sangat mengganggu jamaah lain. Jamaah Haji RI Diminta Waspada Sementara itu, karena kawasan jamarat yang sangat padat, PPIH mengimbau jamaah haji Indonesia untuk berhati-hati. Jamaah yang akan melakukan pelemparan jumrah pada sore atua malam hari diminta untuk mencari waktu saat kawasan jamarat tidak terlalu padat. Dengan pengeras suara, petugas haji tidak henti-hentinya mengimbau jamaah haji Indonesia yang sedang bergerak dari perkemahan di Mina menuju terowongan Mina untuk tidak meneruskan langkahnya dulu. "Kami meminta agar jamaah haji Indonesia menunda dulu ke jamarat karena sangat padat, kami meminta bersabar sedikit, sampai jamarat tidak terlalu padat," kata petugas haji itu. Keterangan Foto:Suasana jalan menuju jamarat malam ini. Lautan manusia masih memenuhi akses menuju jamarat. (Foto: Arifin Asydhad)
(asy/)











































