Harga Beras di DIY Naik
Rabu, 11 Jan 2006 20:06 WIB
Yogyakarta - Harga beras di berbagai pasar tradisional di wilayah Yogyakarta mulai naik. Kenaikan harga beras tersebut bukan disebabkan oleh isu adanya beras impor melainkan banyaknya masyarakat yang menggelar perhelatan.Berdasarkan pantauan detikcom, Rabu(11/1/2006), kenaikan harga besar berkisar antara Rp 150-Rp 500/kg. Beras yang mengalami kenaikan harga diantaranya jenis IR 64, C4, Mentikwangi dan Pandanwangi. Kenaikan ini terjadi di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Kranggan, pasar Beran Sleman dan Pasar Beringharjo Yogyakarta. Beras jenis IR 64 selama bulan Desember 2005 dijual dengan harga Rp 3.500-Rp 3.800/kg. Saat ini dijual dengan harga berkisar antara Rp 3.900-Rp 4.100/kg. Sedangkan berasjenis C4 Super sebelumnya dijual dengan harga Rp3.700-Rp 3.800/kg, saat ini naik menjadi Rp 4.100/kg. "Sejak dua bulan terakhir ini, pada bulan Syawal hingga Besar ini banyak orang yang ewuh (membuat pesta-red) sehingga permintaan meningkat. Harga pun juga ikut naik," ujar Ny Sudirjo (62) pedagang beras di Pasar Beran Sleman kepada detikcom, Rabu (11/1/2006).Menurut dia, kenaikan harga beras itu disebabkan karena permintaan beras oleh konsumen meningkat karena banyak yang menggelar pesta seperti pesta pernikahan atau khitanan. Sementara pasokan beras dari pedagang besar maupun petani tidak begitu besar. "Meski banyak yang nyari beras, tapi juragan beras tidak banyak menjual kepada pedagang di pasar," kata Sudirjo. Menurut dia, beras jenis menengah seperti Pandanwangi dan Mentik wangi saat ini paling banyak dibeli masyarakat untuk keperluan pesta atau perhelatan. Akibatnya harga beras dipasaran juga ikut naik. Beras yang sebelumnya dijual dengan harga sekitar Rp 4.000/kg, saat ini dijual dengan harga Rp 4.500/kg.Hal senada juga dikatakan oleh Ny Mujiati (50), pedagang di pasar Beringharjo Yogyakarta. Kenaikan harga beras ditingkat eceran diakibatkan karena meningkatnya permintaan masyarakat. "Ini sudah biasa mas, nanti kalau sudah masuk bulan Suro (Muharam - red) harga akan stabil lagi karena orang sudah tidak punya gawe (hajat) lagi. Lagipula, saat ini puncak musim sehingga belum ada petani yang panen," cetusnya.Menanggapi kenaikan harga beras di pasaran, Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) I Yogyakarta Agusdin Fariedh mengatakan stok beras saat ini masih cukup untuk kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan. Stok beras di gudang beras milik Bulog Divre I Yogyakarta mencapai 26.880 ton. Stok tersebut mencukupi hingga pertengahan tahun 2006. Sedangkan pada pertengahan tahun ini, Bulog juga akan mendapat pasokan beras lagi dari petani.Menurut dia, sampai saat ini stok beras di petani masih mencukupi sehingga belum perlu dilakukan operasi pasar. Namun bila diperlukan operasi pasar, pihaknya siap menggelar. "Memang berdasarkan pantauan kami di sejumlah pasar,harga beras memang naik tapi masih dalam batas normal," tandasnya.
(ton/)











































