NasDem DKI Desak Anies Siapkan GOR untuk Tampung Pasien OTG Corona

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 13:30 WIB
Ketua Fraksis NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi
Wibi Andrino (Foto: dok. Pribadi)
Jakarta -

Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan tambahan fasilitas kesehatan untuk pasien virus Corona (COVID-19) menyusul rumah sakit sudah hampir penuh. NasDem mengusulkan agar gelanggang olahraga remaja (GOR) dialihfungsikan sementara untuk pasien Corona.

"Kami mendesak untuk segera menyiapkan tempat-tempat isolasi mandiri ukuran besar, seperti di GOR, sehingga bisa mengurangi daya tampung penggunaan rumah sakit rujukan dan penularan di permukiman padat," ujar Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2020).

Fasilitas GOR dinilai bisa dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan tempat tidur isolasi pasien Corona dengan kategori orang tanpa gejala (OTG). Keberadaan GOR juga diyakini mengurangi potensi penularan Corona antara pasien dengan keluarganya, terutama bagi warga yang rumahnya tidak cukup luas untuk menjalani isolasi mandiri.

Tak hanya itu, Wibi menilai Pemprov DKI juga harus tetap melibatkan rumah sakit swasta sebagai mitra dalam menghadapi Corona di Ibu Kota. Menurut dia, Pemprov DKI harus memberikan subsidi kepada rumah sakit swasta dari sisi pembiayaan pasien, terutama bagi yang tidak bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Kami pahami rumah sakit swasta yang bukan rekanan dari BPJS Kesehatan, mengenakan biaya dengan harga cukup mahal sehingga sangat memberatkan warga Jakarta," ujar Wibi.

Wibi menyarankan dana subsidi untuk rumah sakit swasta itu dapat menggunakan alokasi belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp 5,03 triliun untuk penanggulangan Corona di Jakarta. Dengan adanya subsidi, rumah sakit swasta yang menerima pasien BPJS bisa memberi perawatan kepada pasien Corona.

"Dari anggaran itu bisa diberikan subsidi kepada rumah sakit swasta agar tetap menerima pasien COVID-19 yang tidak rekanan dengan BPJS Kesehatan," ucap Wibi.

Pemprov DKI memutuskan menerapkan kembali PSBB total seperti awal pandemi Corona. Wibi mendukung kebijakan tersebut mengingat saat ini kasus Corona di Jakarta sudah mengkhawatirkan.

"Kita tahu rumah sakit rujukan sudah hampir penuh, dan ini menjadi fokus utama gubernur karena khawatir ada penumpukan di rumah sakit. Kami mohon pengertian warga DKI untuk memahami kondisi sekarang yang amat darurat," jelasnya.

Seperti diketahui, Anies Baswedan mengumumkan akan mengambil langkah PSBB secara total. Keputusan itu akan berlaku mulai 14 September.

"Dalam rapat Gugus Tugas tadi sore disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat, yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi, tapi kita harus melakukan PSBB sebagai mana masa awal dulu," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9).

Anies mengatakan, bila penularan virus Corona tak dapat direm, tempat tidur isolasi Corona diprediksi akan penuh pada 17 September nanti. Kapasitas ruang perawatan Corona semakin menipis akibat lonjakan kasus sejak PSBB mulai diperlonggar.

"Kita memasuki masa transisi dan apa yang terjadi? Secara bertahap, terutama di bulan Agustus, kita mulai menyaksikan peningkatan jumlah kasus. Persentase dari tempat tidur yang digunakan naik. Ambang batasnya 4.053," kata Anies.

"Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki, bisa dibuat proyeksi 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien COVID lagi dan ini waktunya tinggal sebentar," sambungnya.

Tonton juga 'PSBB DKI Kembali ke Awal, DPR: Satu-satunya Cara Tekan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/fjp)