DKI PSBB Total, Ganjil-Genap Ditiadakan Mulai Senin 14 September

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 12:58 WIB
Himbauan bekerja dari rumah untuk meminimalisir persebaran virus corona berdampak pada arus lalu lintas yang lebih sedikit. Seperti terlihat di Jalan Sudirman, Jakarta.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seperti pada awal pandemi Corona. Dengan adanya PSBB ini, pembatasan kendaraan dengan ganjil-genap ditiadakan mulai Senin, 14 September.

"Ganjil-genap akan ditiadakan mulai 14 September," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Anies menyebutkan pihaknya juga akan menerapkan pembatasan kendaraan umum serta jumlah penumpang yang boleh berada di kendaraan. Namun dia belum memerinci terkait aturan tersebut.

Siang ini Pemprov DKI Jakarta akan menggelar rapat bersama beberapa kepala daerah, mulai Gubernur Jawa Barat hingga beberapa kepala daerah penyangga Kota Jakarta, guna membahas penerapan kembali PSBB tersebut.

"Jadi jam 2 siang nanti saya mengundang Gubernur Jateng, Gubernur Banten, kemudian Wali Kota Bekasi, Bupati Bekasi, Wali Kota Bogor, Bupati Bogor, Wali Kota Depok, Bupati Tangerang, Wali Kota Tangerang, dan Wali Kota Tangsel. Kita akan rapatkan tentang pelaksanaan PSBB, sehingga pelaksanaannya bukan hanya di Jakarta, kita sinkronkan," katanya.

Untuk diketahui, tren penyebaran virus Corona sendiri semakin tinggi, khususnya di DKI Jakarta. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menarik rem darurat di Ibu Kota terkait penularan Corona. PSBB bakal berlaku seperti saat pertama kali diterapkan.

"Maka, dengan melihat kedaruratan ini, tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9).

Dalam rapat Gugas Percepatan Pengendalian COVID-19 di Jakarta sore tadi, Anies menyimpulkan Jakarta akan menarik rem darurat.

"Yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi tapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu," ucap Anies.

"Dan inilah rem darurat yang harus kita tarik," imbuh Anies.

Tonton juga video 'Prediksi Horor jika DKI Tak Perketat PSBB:

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)