Jika Tak Rem Darurat, Tempat Tidur Isolasi Corona di DKI Penuh 17 September!

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 20:29 WIB
Poster
Ilustrasi penanganan medis pasien Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tempat tidur isolasi Corona diprediksi akan penuh pada 17 September nanti. Hal itu terjadi bila penularan virus Corona (COVID-19) tak dapat direm.

Awalnya Anies mengatakan, sejak memasuki masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, persentase keterisian tempat tidur isolasi Corona meningkat. Terutama pada Agustus.

"Kita memasuki masa transisi dan apa yang terjadi? Secara bertahap, terutama di bulan Agustus, kita mulai menyaksikan peningkatan jumlah kasus. Persentase dari tempat tidur yang digunakan naik. Ambang batasnya 4.053," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020).

Anies kemudian menuturkan pihaknya telah melakukan pengolahan data dan didapat proyeksi kondisi tempat tidur isolasi Corona penuh dan tak bisa menampung pasien lagi. "Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki, bisa dibuat proyeksi 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien COVID lagi dan ini waktunya tinggal sebentar," sambung Anies.

Pemprov DKI Jakarta kembali terapkan PSBB seperti awal pandemiFoto: Pemprov DKI Jakarta kembali terapkan PSBB seperti awal pandemi (dok Pemprov DKI Jakarta)

Dia kemudian menyampaikan Pemprov DKI Jakarta terus mengupayakan menggandeng rumah sakit swasta untuk menaikkan kapasitas tempat tidur untuk pasien Corona. Anies menargetkan jumlah tempat tidur akan bertambah 20 persen pada 6 Oktober mendatang.

"Kami di Pemprov DKI terus setiap waktu menambah rumah sakit swasta yang bisa terlibat untuk menaikkan kapasitas. Kita insyaallah akan meningkatkan lagi 20 persen sehingga menjadi 4.807," ucap dia.

Namun Anies mengingatkan menambah jumlah tempat tidur bukan perkara sederhana karena harus juga diimbangi dengan menaikkan jumlah tenaga kesehatan serta obat-obatan. Anies menuturkan, jika penularan masih terjadi seperti saat ini, pada pekan kedua Oktober situasi tempat tidur pasien Corona penuh akan terjadi.

"Tapi saya harus garis bawahi, menaikkan tempat tidur itu, menaikkan jumlahnya itu bukan hanya sekadar menyediakan tempat tidurnya, Tapi juga memastikan ada dokternya, ada perawatnya, memastikan ada alat pengamannya, memastikan ada obat-obatan ya, memastikan ada seluruh alat pendukungnya," papar Anies.

"Jadi menaikkan kapasitas menjadi 4.800-an itu bila tidak disertai pembatasan penularan secara ketat seperti sekarang ini, maka tempat tidur itu pun akan penuh di pekan kedua bulan Oktober," tandas Anies.

(aud/gbr)