Swab Ati Marliati Beda Hasil, KPU Cilegon Sarankan Isolasi Mandiri

M Iqbal - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 19:00 WIB
Ketua KPU Cilegon, Irfan Alfi.
Ketua KPU Cilegon, Irfan Alfi. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

KPU Kota Cilegon menyarankan bakal calon wali kota Cilegon, Ratu Ati Marliati, menjalani isolasi mandiri. Saran itu berkaitan dengan perbedaan hasil tes swab Ati menyatakan positif dan negatif Corona.

KPU menerima hasil PCR dari RSKM Cilegon setelah kandidat bakal calon melakukan tes swab sebelum menjalani tes kesehatan jasmani dan rohani. Keterangan dari tim dokter berdasarkan hasil PCR atas nama Ratu Ati Marliato pada Senin (7/9) dinyatakan positif. Namun Ati membantah dan menyebut hasil swab negatif setelah 2 kali tes.

"KPU menerima rekomendasi atau keterangan dari tim pemeriksa mengenai kasus terdeteksi, KPU menyampaikan surat berdasarkan surat keterangan itu kepada yang bersangkutan. Disarankan untuk melakukan isolasi mandiri," kata Ketua KPU Cilegon Irfan Alfi kepada wartawan di RSUD Cilegon, Rabu (9/9/2020).

Menurut Irfan, kandidat yang dinyatakan positif Corona tidak gugur jika calon sudah mendaftar ke KPU. Hanya, pemeriksaan kesehatan nantinya ditunda bagi calon tersebut hingga dinyatakan negatif Corona setelah menjalani isolasi mandiri.

"Status ini tidak menggugurkan calon, calon dipersilakan melakukan isolasi mandiri, istirahat, kemudian swab ulang sesuai yang sudah ditentukan. Kalau hasilnya negatif langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan. Kalau melewati masa penetapan calon, berdasarkan rekomendasi maka dilakukan penundaan keputusan penetapan calon," tuturnya.

Terkait Ati yang tetap melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan, KPU tidak bisa menolak karena ada hak si calon. Selama rumah sakit dan tim pemeriksa kesehatan mengatakan kesiapan untuk memeriksa, pemeriksaan tetap dilanjutkan.

"Bahasanya bukan mengizinkan, kedatangan satu paslon menyampaikan second opinion, kalau ada keterangan dari tim pemeriksa dan ada SOP, ya bisa dilakukan oleh tim pemeriksa. Semua orang berhak membela dirinya, KPU tidak bisa mengabaikan hak-hak semua peserta. Datang, kita layani, ada permintaan pemeriksaan tes, selama rumah sakit bisa memberikan rekomendasi ya tensinya seperti apa, kita tidak bisa masuk kesana," ujarnya.

Ati diketahui tetap menjalani tes kesehatan di RSUD Cilegon. Padahal, tim dokter mengatakan, jika ada dua hasil berbeda dari tes PCR, yang diambil adalah hasil positif demi pencegahan dan kesehatan calon tersebut.

"Definisi confirm adalah ada hasil PCR yang positif di antara hasil yang negatif, dalam masa pandemi yang kita ambil adalah yang positifnya karena lebih banyak manfaatnya untuk pencegahan, penularan, dan treatment terhadap si pasien dibandingkan kita mengambil yang negatifnya," kata dokter spesialis paru, dr Rizki kepada wartawan dalam konferensi pers yang digelar di RSUD Cilegon, Rabu (9/9).

(idn/idn)