Cuaca Mina Panas, Kawasan Jamarat Sangat Padat
Rabu, 11 Jan 2006 17:34 WIB
Mina - Para jamaah haji masih melakukan pelemparan jumrah hingga hari tasyriq (11-13 Dzulhijjah). Di hari pertama tasyriq, kawasan jamarat tampak sangat padatdengan lautan jamaah haji Indonesia. Namun, di tiang jamarat, tidak ada desak-desakan antarjamaah haji yang berarti. Cuaca di Mina panas. Pemantauan reporter detikcom Arifin Asydhad, sejak pukul 00.00 hinggapukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 13.00 WIB, suasana jamarat tampak sangat padat. Semua jalan yang menuju jamarat dipenuhi oleh manusia. Para jamaah haji silih berganti melempar jumrah ula, wustha, dan aqabah. Sejak 10 Dzulhijjah, jamarat memang tidak pernah sepi dari manusia. Para jamaah haji selalu datang bergelombang dalam waktu 1x24 jam sehari. Suasanaseperti ini akan terus terjadi hingga 13 Dzulhijjah. Seperti pada hari nafar (10 Dzulhijjah), pelemparan jumrah tampak relatif lancar. Di masing-masing tiang jamarat tidak tampak desak-desakan antarjamaah haji yang melempar jumrah. Di setiap tiang, setiap jamaah haji akan melempar batu kerikil sebanyak 7 kali. Berjubelnya kawasan jamarat juga diramaikan oleh para pedagang kaki lima. Di setiap sudut di kawasan ini, sangat mudah ditemukan para pedagang yang menggelar dagangannya. Sebagian jamaah haji yang selesai melempar jumrah tidak langsung meninggalkan kawasan jamarat, tapi memilih untuk jajan oleh-oleh atau suvenir. Pemandangan pedagang kaki lima ini tampak dari jamarat hingga ke kawasan perkemahan Mina. Pemandangan yang sama juga terlihat di jalan seng yang menghubungkan Mina dengan kawasan Aziziah, Makkah. Sementara itu, cuaca di Mina tampak panas. Sinar Matahari begitu menyengat. Meski begitu, para jamaah haji tidak pantang menyerah bergerak menuju jamarat. Hingga pukul 12.30 WAS (16.30 WIB), jalan menuju jamarat dari perkemahan Mina masih tampak dipadati jamaah haji.
(nrl/)











































