Kapolri Minta YouTuber hingga Tokoh Digandeng Sosialisasikan Hidup Sehat

Isal Mawardi, Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 10:52 WIB
Komisi III DPR pagi ini menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Idham Azis. Ini merupakan rapat perdana Idham Azis sebagai Kapolri.
Kapolri Jenderal Idham Azis (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan telegram berisi perintah kepada jajarannya terkait pencegahan kerumunan dan penerapan protokol kesehatan di Pilkada 2020. Ia meminta anggotanya menggandeng YouTuber hingga tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan hidup sehat saat Pilkada 2020.

"Melakukan kembali sosialisasi penerapan protokol kesehatan secara masif dengan melibatkan influencer, YouTuber, artis, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lain-lain yang membumi (diterima/didengar oleh masyarakat sekitar) dengan menggunakan pendekatan secara formal maupun informal," bunyi poin 4 telegram Kapolri seperti yang dilihat detikcom, Rabu (9/9/2020).

Selain itu, Kapolri meminta polisi meningkatkan patroli cyber untuk menekan penyebaran hoax, black campaign, hate speech, dan lainnya. Hal itu mengingat penggunaan media sosial di tengah pandemi diprediksi meningkat.

"Mempelajari dan memahami peraturan KPU Nomor 5, 9, dan 10 Tahun 2020 terkait penerapan protokol kesehatan pada setiap tahapan Pilkada 2020, khususnya tentang pembatasan jumlah peserta kampanye," bunyi poin 2.

Surat telegram bernomor ST/2607/IX/OPS.2./2020 itu diterbitkan pada 7 September 2020. Surat tersebut ditandatangani atas nama Kapolri oleh Kabaharkam Polri yang juga merupakan Kaopspus Aman Nusa II Pencegahan COVID-19 Komjen Pol Agus Andrianto dan ditujukan kepada para Kasatgas dan Kasubsatgas Opspus Aman Nusa II-2020, serta para Kaopsda dan Kaopsres Aman Nusa II-2020.

"Pelaksanaan tahapan Pilkada 2020 sudah memasuki tahapan penetapan paslon dan menuju masa kampanye, di mana kedua tahapan tersebut akan menyebabkan interaksi masyarakat secara langsung antara penyelenggara Pilkada, peserta Pilkada, dan masyarakat pemilih yang berpotensi menyebabkan munculnya klaster baru COVID-19. Oleh karena itu, sesuai arahan pimpinan Polri, kita perkuat pencegahannya," kata Komjen Pol Agus Andrianto melalui keterangannya, Rabu (9/9/2020).

(isa/fjp)