Ya Tuhan! Istri Sudah 14, Dukun Cabul Masih Garap 2 Bocah

Ya Tuhan! Istri Sudah 14, Dukun Cabul Masih Garap 2 Bocah

- detikNews
Rabu, 11 Jan 2006 16:14 WIB
Pekanbaru - Kendati sudah memiliki istri 14 orang, Sawari (55) masih juga tidak puas. Dua bocah anak tetangganya pun dilahapnya di siang bolong. Kini pria asal Madura yang berprofesi sebagai dukun ini meringkuk di sel Polsek Bukit Raya, Pekanbaru. Sawari tercatat sebagai warga Jl Petala Lima, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Sawari yang biasa dipanggil Pak Uwo harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya mencabuli bocah ingusan, sebut saja namanya Tini (12), siswa kelas VI SD dan Minah (6).Di lingkungannya, Pak Uwo dikenal sebagai orang pintar yang piawai mengobati warga yang kesurupan. Dia juga ahli memijat. Keahliannya sebagai dukun, membuat tetangganya tidak pernah curiga.Tapi kepercayaan itu luntur mendadak setelah dua bocah mengaku pada orangtuanya telah dicabuli Pak Uwo. Kepada detikcom, Pak Uwo yang ditemui di Polsek Bukit Raya, Rabu (11/01/2006) mengaku khilaf atas perbuatan bejatnya itu. Tapi dia juga mengaku tergiur dan bernafsu melihat anak-anak perempuan tersebut. Padahal, pria berkulit hitam ini sudah memiliki 14 istri. "Tapi yang saya pakai sekarang cuma satu, 13 lainnya sudah saya ceraikan," katanya polos. Lantas bagaimana cara mencabuli doa bocah itu? Dengan gamblang, pria yang belum dikaruniai anak ini mengaku merayu anak-anak itu dengan memberikan uang Rp 5.000. Awalnya, yang menjadi korban adalah Tini yang sering bertandang ke rumahnya untuk menonton TV. Dua pekan lalu, selepas pulang sekolah, Tini numpang nonton TV di rumahnya lagi. Saat itulah sang dukun cabul ini merayu Tini untuk membuka roknya. Perbuatan itu dia lakukan ketika istrinya tengah berkerja sebagai tukang cuci pakaian para tetangganya. Siang bolong itu, sang dukun memberi iming-iming bila roknya dibuka, Tini diberi Rp 5.000. "Anak itu mau saja saya suruh buka roknya. Selanjutnya saya buka celana dalamnya. Tapi pakaian tidak terbuka semua, hanya rok saja. Tapi kemaluan tidak saya masukkan, cuma nempel-nempel di luar saja," tutur Pak Uwo. Tini sebagai korban pertama sudah 6 kali melayani nafus bejat sang dukun cabul ini. Tapi di hadapan petugas, Pak Uwo mengaku hanya sekedar menempelkan alat vitalnyasaja. "Sungguh, Pak, saya tidak pernah berbuat seperti layaknya suami istri. Cuma nempel aja," Pak Uwo meyakinkan. Korban lainnya adalah Minah, usia 6 tahun. Bocah yang belum bersekolah ini juga dia cabuli di rumah kontrakannya. Modusnya juga sama. Anak kecil itu dia beri uang. "Sudah dua orang anak tetangga yang saya cabuli. Tapi tidak sampai merusak kemaluannya," klaim Pak Uwo.Perbuatan bejat ini akhirnya tercium orangtua korban. Minah menceritakan pada orangtuanya tentang perbuatan sang dukun cabul. Akhirnya terbongkar juga bahwa Tini juga jadi korban. Akhirnya orangtua Tini dan Minah melapor ke polisi. Dukun cabul pun diringkus.Kapolsek Bukit Raya AKP Des Ando menyatakan, untuk membuktikan perbuatan cabul tadi tidak merusak kehormatan sang bocah, polisi memeriksakan kedua korban ke rumah sakit untuk divisum. "Apa pun alasannya, tersangka tetap kita tahan. Apa yang dia lalukan sudah tergolong perbuatan cabul," kata Des Ando. (nrl/)


Berita Terkait