PDIP Jawa Barat Beri Ceramah Tukang Bakso Soal Formalin
Rabu, 11 Jan 2006 15:08 WIB
Bandung - Sekitar 25 tukang bakso, siomay, batagor dan pedagang tahu Cibuntu mendatangi markas PDIP Jawa Barat yang tengah berulang tahun ke-33 tahun. Kedatangan mereka bukan untuk berdemo. Melainkan untuk mendengarkan langsung soal formalin yang saat ini tengah merebak panas. Para pedagang mengaku penjualannya turun drastis akibat isu formalin. Mereka menyayangkan isu formalin terlalu dipukul rata. "Para pedagang kecil ini paling menderita. Mereka langsung terkena dampaknya. Padahal mereka tak tahu menahu soal formalin," ungkap Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Rudy Harsa Tanaya, saat ditemui di kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Bandung, Rabu (11/1/2006). Ia menilai pemerintah terlalu lamban dalam menangani beredarnya formalin. Akibatnya isu formalin ini berdampak buruk bagi para pedagang kecil. Ia menyayangkan penertiban formalin juga tidak jelas dan hanya terfokus pada pedagang dan pasar kecil saja. Seharusnya pemerintah melalui Badan Pemeriksa Obat dan Makanan atau BPOM melakukan sweeping pada pasar makanan yang lebih besar. Seperti pada supermarket-supermarket yang bisa menyimpan makanan lebih awet dan lama. "Walau ini isu yang lama kami tetap yakin para pedagang kecil ini tak menggunakan formalin dan boraks. Para pedagang ini menjamin bahwa makanannya aman untuk dikonsumsi dan terbebas dari formalin dan boraks,"ungkapnya. Saat ini di pasaran bebas, harga per liter formalin Rp 3.000 hingga 8.000. Formalin biasanya digunakan untuk kebutuhan bahan baku dasar untuk industri lem, playwood, mesin dan industri tekstil. Isu formalin sendiri sebenarnya mulai merebak belasan tahun silam berdasarkan hasil laporan dari YLKI yang menemukan formalin di tahu dan mie. Namun uniknya, baru belakangan ini saja heboh. Ceramah singkat perihal formalin ini berlangsung ramai. Tak sedikit dari warga sekitar yang juga ikut mendengar penjelasan formalin. Seusai ceramah, warga dan satuan petugas PDIP pun langsung menyantap hidangan bakso, batagor dan tahu dari pedagang ini. Dagangan pun langsung laris manis. Apalagi ini gratis! Nyam nyam nyam...
(nrl/)











































