Camat Cakung Gelar Arak-arakan Peti Mati untuk Ingatkan Bahaya Corona

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 15:48 WIB
Camat Cakung gelar arak-arakan peti mati untuk ingatkan bahaya Corona.
Camat Cakung menggelar arak-arakan peti mati untuk mengingatkan bahaya Corona. (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Berbagai cara dilakukan Pemprov DKI untuk menyadarkan warga mengenai bahaya virus Corona (COVID-19). Salah satunya dilakukan Camat Cakung, Jakarta Timur, Achmad Salahuddin, yakni mengarak peti mati COVID-19 di wilayahnya.

"Jadi gini, kegiatan kita pada pagi hari ini sebetulnya kegiatan rutin yang kita lakukan dalam rangka penegakan sanksi PSBB bagi pelanggar 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak), kemudian dalam rangka kita melakukan sosialisasi dan kampanye 3M, nah hari ini lokasi di RW 12 Penggilingan, nah tadi kita sudah laksanakan dengan arak-arakan bahasanyalah," ujar Achmad saat dihubungi, Selasa (8/9/2020).

Camat Cakung gelar arak-arakan peti mati untuk ingatkan bahaya Corona.Peti mati diarak untuk mengingatkan soal bahaya Corona. (Ilman/detikcom)

Saat arak-arakan berlangsung, ada empat orang yang membawa peti mati. Keempat orang itu lengkap menggunakan baju hazmat ala petugas kesehatan khusus COVID-19.

Achmad mengatakan arak-arakan peti mati COVID-19 ini baru pertama kali dilakukan. Menurutnya, kegiatan tersebut bisa saja kembali dilakukan.

"Rencananya nanti kita lihat situasi kondisi RW yang akan kita laksanakan sesuai dengan jadwal yang kita buat," ucapnya.

Menurutnya, arak-arakan peti mati COVID-19 dilakukan bukan untuk menakut-nakuti warga. Melainkan bertujuan mengingatkan warga tentang bahaya COVID-19.

"Sebenarnya bukan untuk menakut- nakuti warga, tapi sebagai bentuk mengingatkan kepada semua warga, bahwa begitu bahayanya COVID yang dapat berakhir dengan kematian, kalau kita tidak waspada," katanya.

"Jadi sebenarnya gini, ini kan salah satu inisiatif, inovasi kita dalam rangka menyadarkan masyarakat agar lebih peduli," ujarnya.

Achmad berharap, dengan adanya arak-arakan peti mati COVID-19 itu, warga lebih sadar akan bahaya virus Corona. Jadi, mereka senantiasa menerapkan protokol kesehatan setiap saat.

"Mudah-mudahan kegiatan kita pada pagi dan siang tadi mudah-mudahan warga masyarakat lebih aware, lebih peduli lagi. Sebab, ada peti jenazah kita puterin," imbuh Achmad.

(man/zak)