Buat Laporan Palsu Korban Jambret, Karyawan Ekspedisi di Kalbar Ditangkap Polisi

Adi Saputro - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 14:24 WIB
ilustrasi pria diborgol
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Pontianak -

Seorang karyawan ekspedisi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, inisial R (26) ditangkap polisi. R diamankan karena membuat laporan palsu dan mengaku menjadi korban penjambretan, sehingga kehilangan uang tunai Rp 251 juta.

Kasus bermula saat R mengaku sebagai korban penjambretan dan kehilangan uang tunai perusahaan ekspedisi sebesar Rp 251 juta. Namun rencananya gagal lantaran petugas curiga laporan penjambretan tersebut tidak pernah terjadi.

Modus tersebut dibongkar jajaran Resmob Polda Kalbar, Selasa (8/9/2020), petugas yang menerima laporan dari tersangka menemukan beberapa kejanggalan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Luthfie Sulistiawan membeberkan kronologi pengungkapan kasus tersebut.

"Pada 6 September 2020, seseorang berinisial R datang ke Polda Kalbar dan membuat laporan pengaduan atas kejadian penjambretan," sebut Lutfhie.

Dia menjelaskan R, yang merupakan seorang karyawan di salah satu ekspedisi pengiriman, dipercaya menyerahkan uang kepada general manager perusahaan tersebut sebesar Rp 251.586.902.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Resmob melakukan penyelidikan dan pengecekan tempat kejadian perkara yang disebutkan pelapor awalnya," tambahnya.

Luthfie melanjutkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan beberapa kejanggalan dan memanggil kembali pelapor untuk dilakukan interogasi.

"Dari hasil interogasi petugas, ia mengakui bahwa telah membuat laporan palsu," ujarnya.

Tim Resmob pun kembali melakukan pengembangan dan berhasil menemukan uang tunai yang disimpan pelaku di sebuah hotel di Jalan Sepakat 2, Kota Pontianak. Di hotel tersebut pula petugas berhasil mengamankan uang tunai yang disimpan pelaku di sebuah tas ransel.

Direktur Reserse Kriminal Polda Kalbar menuturkan pelaku berinisial R dapat dikenai Pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dalam jabatan.

"Saat ini pelaku masih diperiksa penyidik dan barang bukti sudah kita sita," tutupnya.

(lir/lir)