Waspada! Marak Penipu Jual Beli Tanaman Hias di Medsos

Herianto Batubara - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 12:46 WIB
Penipuan tanaman hias via media sosial
Foto: Ilustrasi (ist)
Jakarta -

Tanaman hias sedang naik daun sejak masa pandemi COVID-19. Namun bagi Anda yang hendak bertransaksi jual beli via media sosial (medsos) harap waspada, sebab ada penipu berkeliaran mengincar pecinta tanaman.

Di Facebook misalnya, ada cukup banyak pembeli tanaman hias yang mengaku jadi korban penipuan. Si pembeli sudah mentransfer uang, namun tanaman hias yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang.

Salah satu korbannya adalah Anton (29). Medio Agustus 2020 lalu dia membeli tanaman hias jenis aglonema lewat Facebook.

"Saya baru-baru suka tanaman sejak pandemi. Nah waktu itu mau beli langsung di toko tanaman hias, kok harganya mahal ya. Akhirnya coba nyari-nyari sendiri lewat medsos. Dapatlah penjual yang nawarin harganya murah, jenis aglonema khanza. Saya akhirnya tertarik dan beli," katanya saat dihubungi via telepon.

Anton kemudian lanjut berkomunikasi lewat WhatsApp dengan si penjual. Singkat cerita dia kemudian mentransfer uang Rp 450 ribu kepada penjual. Namun ditunggu-tunggu dua hari, tanaman yang dia pesan tidak kunjung tiba.

"Saya coba hubungi lewat telepon sudah tidak aktif. Di FB juga berganti nama dan akun saya diblock. Sial banget. Salah saya juga sih cepat tergiur dan percaya. Habis pas dia chat meyakinkan banget, ngomongnya baik," ujarnya.

Ditanya apakah dia melaporkan kasus tersebut ke polisi, Anton menjawab tidak.

"Aduh gimana ya, saya kan juga kerja. Lapor polisi gitu ntar nyita waktu dan prosesnya lama. Jadi ya udah ikhlasin aja lah meski lumayan juga itu Rp 450 ribu melayang," ujarnya.

Di sejumlah grup penjual tanaman hias di Facebook ada cukup banyak pengguna yang mengaku jadi korban. detikcom pun coba bertransaksi dengan akun-akun yang diduga penipu, salah satunya akun FB Misnatun pada 21 Agustus 2020.

Dari chat via FB, Misnatun kemudian menawarkan agar menghubunginya lewat WhatsApp via nomor 083125048500. Dia kemudian menawarkan sejumlah jenis aglonema menggunakan foto. Untuk meyakinkan, detikcom mengajak agar penjual mau video call. Permintaan itu disanggupi.

Penipuan tanaman hias via media sosialPenipuan tanaman hias via media sosial Foto: Penipuan tanaman hias via media sosial (ist)

Dalam video call yang berlangsung, lokasi si penjual tampak gelap. Dia beralasan lokasi tempatnya tinggal masih terbilang perkampungan di wilayah Lampung. Dia tidak memperlihatkan wajah, namun menunjukkan adanya sejumlah aglonema. Video call tidak berlangsung lama dan terputus. Dia berdalih sinyal di lokasinya jelek.

Singkat cerita, dari situ disepakati pembelian dua jenis aglonema yakni jenis suksom jaipong dan lady valentine seharga Rp 500 ribu. Penjual lalu meminta agar uang tersebut ditransfer ke rekening Bank BNI 0540766285 atas nama Misnatun.

Penipuan tanaman hias via media sosialPenipuan tanaman hias via media sosial Foto: Penipuan tanaman hias via media sosial (ist)

Uang kemudian ditransfer. Namun hingga hari ini tanaman hias yang dipesan tidak kunjung datang. Penjual sulit dihubungi dan kemudian memblokir detikcom dari WhatsApp dan Facebook.

Salah satu akun penipu jual beli tanaman hias lainnya adalah akun Ploris Cica. Pantauan detikcom, dia masuk ke grup-grup jual beli tanaman hias dan menawarkan bonggol lotus delight. Aglonema jenis ini ukuran sedang harganya memang cukup mahal.

Penipuan tanaman hias via media sosialPenipuan tanaman hias via media sosial Foto: Penipuan tanaman hias via media sosial (ist)

Bonggol lotus delight ditawarkan Ploris Cica melalui WhatsApp nomor 081222930626 dengan harga bervariasi sesuai ukuran mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu. Dari situ disepakati pembelian seharga Rp 350 ribu. Uang kemudian ditransfer ke rekening Bank BCA 7425166590 atas nama Dina Noviyanti Pratama pada 5 September.

Namun hingga kini 8 September tanaman hias yang dipesan tersebut tidak kunjung datang. Saat ditanya soal pengiriman hingga nomor resi pembelian, si penjual yang mengaku berdomisili di Jawa Barat ini selalu mencari-cari alasan hingga akhirnya tidak bisa dihubungi sama sekali.

Penipuan tanaman hias via media sosialPenipuan tanaman hias via media sosial Foto: Penipuan tanaman hias via media sosial (ist)

Anda memiliki pengalaman serupa? Kirimkan cerita dan sertakan bukti-bukti melalui email redaksi@detik.com. Sertakan juga nama lengkap dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

(hri/fjp)