Belum Ada Kasus Teh Indonesia Diberi Zat Pewarna

Belum Ada Kasus Teh Indonesia Diberi Zat Pewarna

- detikNews
Rabu, 11 Jan 2006 14:44 WIB
Jakarta - Di Malaysia, ditemukan 10 merek teh yang diberi zat pewarna buatan yang berbahaya. Untunglah kasus tersebut belum ditemukan di Indonesia."Hingga saat ini belum ditemukan ada kasus teh menggunakan pewarna seperti di Malaysia, karena mutu teh Indonesia baik," kata Ketua Asosiasi Teh Indonesia (ATI) Insyaf Malik di sela-sela lelang teh di Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara, Jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2006).Seperti diberitakan Senin lalu, Menkes Malaysia menuturkan sepuluh merek teh yang mengandung zat pewarna. Kesepuluh teh itu adalah Teh Wangi, Teh Cap Masjid, Serbuk Teh, 3 Bintang, Teh Campuran, Teh Cap Bunga, Teh Tarik (Burung Petalawati), Serbuk Teh Wawasan 2020, Serbuk Minuman (A1) dan Bunga Mahkota.Insyaf menuturkan, Malaysia merupakan top ten tujuan ekspor teh Indonesia. Namun selama ini ekspornya berbentuk teh curah, belum terbentuk kemasan. "Pengemasannya di Malaysia," kata Insyaf.Teh yang paling banyak dilego ke Malaysia adalah produk PTPN VIII. Selama dua tahun ini ekspor teh Indonesia ke negeri jiran meningkat."Kalau dari Indonesia, tidak mungkin pakai pewarna. Kalau dalam pengemasan di sana dicampur sesuatu oleh mereka, itu risiko mereka (Malaysia). Asal jangan sampai dicap teh itu berasal dari Indonesia," tegas Insyaf.Sementara itu Direktur Operasional Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara, Bagus Angkasa, menyatakan, tahun 2004 memang ada kasus teh merek Indonesia yang dipalsukan di Malaysia."Nama sak diganti nama salah satu PTPN di Indonesia," katanya. Bagus menuturkan, penggunaan zat pewarna ini dilakukan karena di tengah masyarakat ada pemikiran bahwa teh yang baik adalah teh yang langsung keluar warna bila dimasukkan ke air panas. "Mungkin karena mutu tehnya jelek, jadi tidak keluar warnanya. Karena itu teh itu diberi zat pewarna buatan. Tapi itu tidak mungkin teh dari Indonesia karena teh kita mutunya baik," papar Bagus. (nrl/)


Berita Terkait