Round-Up

Cerita PDIP Dicampakkan di Pilkada Sumbar dan Cilegon 

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 08:26 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Ilustrasi (Andhika Akbaryansyah/detikcom)

Keempat bakal calon walkot-wawalkot yang mendaftar ke KPU Kota Cilegon adalah Ratu Ati Marliati-Sokhidin (Golkar, Gerindra, NasDem, PKB); Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta (Partai Berkarya, PKS); Iye Iman Rohiman-Awab (PAN, PPP, Demokrat); dan Ali Mujahidin-Firman Mutakin, yang maju melalui jalur independen.

Pendaftaran keempat calon sudah diterima oleh KPU. Dengan begitu, KPU menyatakan tak ada lagi pencabutan dan pengunduran diri bagi para calon. Demikian juga dengan tambahan dukungan partai politik.

"Ya, tidak ada aturan kan (revisi dukungan parpol) diatur bahwa kalau sudah mendaftarkan itu tidak ada lagi penarikan, tidak ada lagi mengundurkan diri dan tidak ada perubahan-perubahan itu," kata Ketua KPU Cilegon Irfan Alfi kepada wartawan, Senin (7/9/2020).

Dengan demikian, PDIP pun tidak ikut meramaikan perhelatan pemilihan Wali Kota Cilegon 2020. PDIP absen karena tak masuk dalam parpol pengusung bagi empat pasangan tersebut.

"UU kan mengatur demikian, jadi UU bahwa dalam tahapan-tahapan sudah melakukan pendaftaran koalisi parpol atau parpol pengusung dilarang menarik pencalonan lagi," ujarnya.

Padahal PDIP sebelumnya mengeluarkan SK rekomendasi untuk memasangkan kadernya mendampingi calon dari Berkarya, Helldy Agustian. Namun SK itu tak dihiraukan oleh Helldy. Ia memilih tetap berkoalisi dengan PKS dan memilih Sanuji sebagai wakilnya.

"Normalnya kan mengatur demikian (penambahan parpol), ya gimana kalau normanya nggak bisa, ya nggak bisa. Saya nggak mau komen urusan yang begitu, normalnya saja, itu urusan internal," kata dia.

Halaman

(maa/maa)