BMKG: Musim Hujan di Indonesia Diperkirakan Mulai Akhir Oktober 2020

Matius Alfons - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 22:57 WIB
Ilustrasi BMKG (Eva Safitri/detikcom)
Foto: Ilustrasi BMKG (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan akan kembali datang pada akhir Oktober 2020. Awal musim hujan ini akan lebih dulu dimulai di wilayah Indonesia bagian Barat.

"Musim hujan di Indonesia akan dimulai secara bertahap di akhir bulan Oktober," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam keterangannya, Senin (7/9/2020).

Dwikorita menyampaikan sebagian wilayah Indonesia bagian Barat akan mengalami musim hujan lebih dulu. Baru kemudian seluruh Indonesia memasuki musim hujan pada awal tahun 2021.

"Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 zona musim (72,5%)," ucap Dwikorita.

Kemudian Dwikorita juga menyampaikan fenomena La Nina yang diprediksi akan berlangsung jelang musim hujan di Indonesia. Dia menyebut fenomena ini yang akan meningkatkan curah hujan di Indonesia jelang musim hujan.

"Sehingga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan," ujarnya.

Selain itu, fenomena IOD negatif pada perairan di Samudera Hindia atau sebelah Barat Sumatera juga akan terjadi jelang akhir Agustus. Fenomen ini yang juga berpeluang meningkatkan awan hujan di wilayah Indonesia Barat.

"Hal ini juga menambah suplai uap air untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia dan menghasilkan peningkatan curah hujan, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian barat," ujarnya.

Dia pun mengimbau agar setiap pemerintah daerah menyiapkan kemungkinan terjadinya musim hujan yang lebih basah atau lebat dari biasanya di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Perlunya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan lebih basah dari normalnya yaitu di Sumatra, Jawa dan sebagian kecil Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Papua," imbuhnya.

(maa/idn)